Jumat, 24 November 2017 | 22:03 WIB
Askonas: 17 Persen Pengusaha Besar Kuasai Pasar Jasa Konstruksi
Kamis, 19 Oktober 2017 | 00:09 WIB
-

Skalanews - Ketua Umum DPP Asosiasi Kontraktor Nasional (Askonas) Rahmatullah menyatakan, ada hal yang ironi dalam dunia usaha jasa Konstruksi. Yakni, 80 persen pangsa pasar usaha jasa tersebut hanya dikuasai oleh 17 persen pengusaha besar konstruksi dari 145 ribu pengusaha konstruksi yang terdaftar.

"Sedangkan sisanya sebanyak 83 persen itu (dari total jumlah pengusaha) hanya kebagian 20 persen (dari pangsa pasar konstruksi)," ujarnya saat ditemui ketika Launching PT Askonas Gemilang Artha di Hotel Falatehan, Jakarta Selatan, Rabu (18/10).

Namun, Rahmat menegaskan, penguasaan pangsa pasar itu akibat lemah kompetensi para kontraktor. Karenanya, untuk membantu para anggota untuk tingkatkan daya saing, ia bersama pengurus Askonas membangun perusahaan jasa aplikasi.

Perusahaan itu akan membantu anggotanya untuk memperoleh asuransi jaminan dari perusahaan bonafit. Seperti, PT Bumiputra Muda dan PT Jasa Raharja (Persero) serta PT Tugu Kresna Pratama (TKP).

Rahmat menegaskan, jika selama ini anggota Askonas merupakan pangsa pasar dari perusahaan asuransi jaminan proyek.

"(Sedangkan) jasa konstruksi itu kan dari tender sampai mendapatkan pekerjaan harus ada asuransi surat Surety Bond (penjaminan asuransi)," jelasnya.

Rahmatullah juga menambahkan, jika jenis asuransi jaminan ini pun beragam dari jaminan uang muka, jaminan penawaran dan jaminan pemeliharaan.

"Selama ini kita menjadi konsumen sekarang dengan didirikannya PT Askonas Gemilang Artha, kita akan meningkatkan pelayanan terutama peningkatan kualitas anggota Askonas sebagai pengusaha jasa konstruksi," jelasnya.

Rahmatullah juga menyebutkan, jika peningkatan potensi kontraktor sendiri, sangat penting dalam merebut pangsa pasar konstruksi itu sendiri.

Karena Indonesia bakal masuk persaingan global. "Sehingga mau tidak mau daya saing kita standarnya global bukan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) karena sudah memasuki pasar bebas," jelasnya.

Untuk target tahun awalan, ia berharap, perusahaan yang komisarisnya para anggota Askonas dapatkan income sebesar Rp400 miliar.

"Karena kalo ditotal kontraktor yang bergabung ke kita menangani proyek yang ditolal mencapai angka Rp20 triliun pertahun," jelasnya. (Bisma Rizal/bus)