Sabtu, 25 November 2017 | 08:36 WIB
HSBC Sediakan Wealth Management Optimalkan Pengelolaan Uang
Selasa, 14 November 2017 | 21:47 WIB
HSBC -

Skalanews - PT Bank HSBC Indonesia menyediakan layanan Wealth Management dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan keuangan masyarakat di tengah rendahnya tingkat suku bunga.

"Layanan Wealth Management HSBC dirancang untuk menjawab tantangan itu dan masyarakat dapat memperoleh edukasi dan arahan dalam membangun strategi pengelolaan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan per individu, termasuk memilih produk-produk keuangan dan mengenal manfaat serta risikonya," ujar Head of Wealth Management Bank HSBC Indonesia, Steven Suryana di Jakarta, Selasa (14/11).

Steven Suryana mengemukakan bahwa kebutuhan masyarakat saat ini semakin kompleks dan biaya untuk memenuhinya pun meningkat. Berdasarkan studi HSBC Power of Protection 2017, hanya 35 persen masyarakat Indonesia mengaku telah memiliki pengelolaan keuangan dengan baik. Sebagian besar lainnya mengaku belum memiliki antisipasi yang memadai jika terjadi peristiwa tidak terduga yang berdampak pada stabilitas keuangan.

Sementara lebih dari 70 persen, lanjut dia, menyatakan tidak siap jika tiba-tiba didiagnosis terkena penyakit berat seperti kanker atau tertimpa musibah kecelakaan yang mengakibatkan cacat permanen dan berdampak pada hilangnya pekerjaan.

"Ketidaksiapan dalam perencanaan keuangan jangka panjang di kalangan mayoritas masyarakat Indonesia mengakibatkan harus mengorbankan kebutuhan lain yang sama pentingnya. Jika dihadapkan pada kebutuhan pendidikan anak, 78 persen orang tua mengaku rela mengorbankan kesiapan dana pensiunnya," paparnya.

Menurut dia, literasi keuangan yang masih rendah menjadikan sebagian besar masyarakat belum memiliki pengetahuan yang lengkap tentang produk-produk keuangan apa saja yang tepat untuk mendukung terwujudnya kebutuhan di masa mendatang serta mengantisipasi kejadian-kejadian tidak terduga.

"Wealth Management yang juga menawarkan kapabilitas digital, masyarakat akan kami bantu dalam menganalisis ragam kebutuhan yang hendak dicapai, besarnya biaya yang harus disiapkan, dan produk-produk keuangan apa saja yang sebaiknya dimanfaatkan. Harus komprehensif dan tidak cukup hanya mengandalkan tabungan atau deposito saja," papar Steven Suryana.(ant/dbs)