Jumat, 24 November 2017 | 22:05 WIB
Perusahaan China Bangun Pabrik Vaksin di Bogor
Minggu, 24 Juli 2016 | 09:45 WIB
Peternak memegang itik yang mati akibat flu burung - [Anang Adriyanto/Skalanews]

Skalanews - Perusahaan asal China Pharmally International Holding Company bekerja sama dengan Harbin Weike Biotechnology Company membangun pabrik vaksin hewan unggas di Desa Curug, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pabrik yang diberi nama PT Biotis Prima Agrisindo (BPA) pada tahap pertama akan memproduksi vaksin unggas dengan jenis Avian Influenza (AI) untuk flu burung dan vaksin Newcastle Disease (ND).

"Sebelumnya vaksin hewan di Indonesia hanya bergantung pada impor. Ini menimbulkan banyaknya permintaan dan sedikit jumlah penawaran vaksin AI. Kami melihat adanya peluang usaha di bidang vaksin flu burung ini," kata Presiden Direktur Pharmally International Tony Huang pada peletakan batu pertama Pabrik Biotis di Bogor, Sabtu (23/7).

Tony mengatakan pembangunan pabrik vaksin Biotis ini bertujuan meningkatkan penanganan wabah flu burung yang sempat merebak di Indonesia.

Latar belakang lainnya adalah kebijakan pemerintah Indonesia terhadap impor bio vaksin yang membuat vaksin inaktif flu burung hanya boleh diproduksi dengan menggunakan strain virus dari Indonesia dan dijual di dalam negeri.

Adapun perusahaan mengucurkan dana mencapai 100 juta dolar AS untuk investasi pabrik vaksin BPA dalam tiga tahun ke depan secara bertahap.

Pada tahap awal, kapasitas produksi vaksin tahunan diperkirakan mencapai 8 miliar ampul.

Pabrik vaksin BPA dibangun dengan total luas tanah 45 ribu meter persegi dengan luas bangunan mencapai 26 ribu meter persegi yang terdiri dari ruang produksi vaksin aktif dan ruang produksi vaksin inaktif (vaksin yang telah dijinakkan).

Pabrik juga memiliki dua jalur produksi untuk embrio vaksin dan dua jalur produksi untuk sel.

Kepala Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BBPMSOH) Enuh Rahardjo Djusa mengatakan pabrik vaksin Biotis ini menjadi pabrik vaksin hewan yang keenam di Indonesia.

"Indonesia sudah punya pabrik vaksin lokal, seperti PT Vaksindo di Gunung Putri, Caprifarmindo di Bandung, dan Pusat Veteriner Farma di Surabaya. Biotis (pabrik) yang keenam mudah-mudahan bisa mencukupo kebutuhan vaksin di dunia peternakan Indonesia," ujar Enuh. [ant/mad]


  
  
Berita Terkait: