Sabtu, 25 November 2017 | 08:43 WIB
Menteri ESDM Akui Hapus 900VA Karena Asumsi 35 Ribu MW
Rabu, 15 November 2017 | 01:22 WIB
ilustrasi -

Skalanews - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengaku, jika penghapusan golongan pelanggan listrik subsidi 450 VA dan 900 VA untuk menghindari kelebihan daya atas program 35 ribu Megawatt.

Sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh Menteri Koordinator Ekonomi, Darmin Nasution beberapa waktu lalu.

Namun, Jonan mengklaim bahwa penghapusan itu karena pemerintah mengusung program 40 ribu megawatt.

"Tujuannya begini, ini kan jumlah kapasitas daya listriknya naik terus ya. Sekarang naiknya belum seberapa, tapi nanti 2019, 2020, 2021, sampai 2025 paling kurang ada pertambahan sebesar 40 ribu MW. Jadi 35 ribu MW program pemerintah yang sekarang ditambah, kurang lebih 40 ribu MW," ujar Jonan saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (14/11).

Jonan terlihat tidak membantah jika kesalahan asumsi pemerintah akan program 35 ribu Megawatt dibebankan kepada masyarakat.

Sebab, bila listrik yang diproduksi oleh Independent Power Producer kelebihan dari kebutuhan masyarakat. Maka akan banyak listrik yang tak terjual.

Hal itu bakal beresiko bagi Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkena denda Take Or Pay (TOP) dari IPP karenanya konsumsi listrik rumah tangga harus digenjot.

Tetapi Jonan menyebutkan, jika kelebihan daya ini untuk kepentingan masyarakat juga karena bakal dapat menikmati listrik dalam jumlah yang lebih banyak.

"Begini, 40.000 MW ini listrik mau ditujukan untuk ke siapa saja? Apakah hanya untuk industri atau perusahaan besar atau untuk dunia usaha saja? Kan bukan, untuk masyarakat juga. Untuk masyarakat pengguna semuanya. Makanya ini kami naikkan dayanya supaya masyarakat juga kalau ingin menikmati listrik lebih banyak bisa," jelasnya.

Seperti diketahui, pemerintah bakal mendorong pelanggan listrik 900 VA nonsubsidi akan didorong menjadi 1.300 VA.

Sementara pelanggan 1.300 VA, 2.200 VA, 3.300 VA, dan 4.400 VA akan didorong menjadi 5.500 VA. Masyarakat tak perlu membayar, biaya tambah daya ditanggung PLN. (Bisma Rizal/bus)