Sabtu, 18 November 2017 | 06:02 WIB
Genjot Market Share, Ini Strategi BNI Syariah
Selasa, 14 Juni 2016 | 10:31 WIB
-

Skalanews - 'Market share' atau pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia secara keseluruhan belum mencapai lima persen dari total aset keuangan nasional. Padahal, perbankan syariah di Indonesia telah berkembang dengan pesat dalam lima tahun terakhir.

Menghadapi situasi seperti itu, Direktur Utama (Dirut) Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah, Imam Teguh Saptono mengaku tengah mempersiapkan strategi guna menggenjot 'market share' tersebut. Dimana katanya ada empat isu besar yang harus dipecahkan.

"Yang pertama yakni inovasi produk. Karena kita tahu bahwa ragam produk dari perbankan syariah masih perlu dipertajam lagi, sesuai dengan kebutuhan masyarakat," kata Imam saat berbincang dengan Skalanews.com di Jakarta, Rabu (8/6).

Yang kedua, tambah Imam, yakni 'political will' atau keberpihakan dari pemerintah. Antara lain yakni perihal pengenaan pajak untuk deposito perbankan syariah, yang menurutnya seharusnya disamakan dengan skim pajak di saham ataupun reksadana.

"Ketiga, 'awareness' masyarakat. Ini hubungannya dengan pendidikan, baik formal maupun informal. Keempat standarisasi, ini kaitannya dengan globalisasi. Antara satu negara dengan negara lain masih terkendala perbedaan fatwa," ujarnya.

Oleh karena itu, dia berharap keempat isu besar tersebut bisa segera dicarikan solusi atau jalan keluarnya. "Keempat hal itulah yang harus dipecahkan kedepannya, supaya perbankan syariah kedepan tumbuh dengan lebih baik lagi," tukas dia. (Risman Afrianda)