Sabtu, 18 November 2017 | 05:59 WIB
TPM: Ada Upaya Kriminalisasi Buni Yani untuk Pengalihan Isu
Selasa, 8 November 2016 | 13:41 WIB
-

Skalanews - Tim Pengacara Muslim (TPM) melihat adaya upaya-upaya untuk mengkriminalisasi Buni Yani selaku pihak yang ikut mengunggah video Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyinggung Surat Al-Maidah 51.

Ketua Umum Pengurus Pusat Tim Pengacara Muslim Guntur Fatahillah menilai kriminalisasi terhadap Bumi Yani adalah upaya pengalihan isu, serta taktik lempar batu sembunyi tangan agar masalah hukum dugaan penodaan agama oleh Ahok menjadi kabur.

"Sehingga pihak-pihak yang berniat sejak awal akan melepaskan Ahok dari jerat hukum akan lebih tenang menjalankan aksinya," kata Guntur dalam keterangannya, Selasa (8/11).

Guntur menegaskan, nama Buni Yani sama sekali tidak pernah terlintas dalam pikiran ataupun perhatian para pihak yang menuntut Ahok atas dugaaan penodaan agama Islam. Kemudian menjadi tersorot karena laporan segelintir advonturir yang kemudian melaporkannya ke Polisi.

"Buni Yani tidak dikenal dalam Aksi Ummat Islam menuntut Ahok," tegas Guntur.

Guntur mengungkapkan, TPM dan berbagai Ormas Islam termasuk MUI sama sekali tidak pernah melihat video yang diedit ataupun diunggah oleh Buni Yani.

"Entah kapan,dimana dan isinya apa. Karena yang dijadikan referensi pengambilan sikap adalah video yang diunggah oleh Pemda DKI dan disajikan secara lengkap," ungkapnya.

Demikian pula, lanjutnya, pelapor dalam perkara Ahok mengajukan bukti rekaman video yang diunggah oleh Pemprov DKI Jakarta itu sendiri.(Deddi Bayu/dbs)