Senin, 20 November 2017 | 00:33 WIB
TPM Beri Dukungan Penuh ke Buni Yani
Selasa, 8 November 2016 | 14:36 WIB
-

Skalanews - Tim Pengacara Muslim (TPM) memberikan dukungan penuh kepada perlawanan hukum Buni Yani selaku pihak yang ikut mengunggah video Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyinggung Surat Al-Maidah 51.

Ketua Umum Pengurus Pusat Tim Pengacara Muslim Guntur Fatahillah mengatakan, dukungan penuh kepada Buni Yani ini demi mengantisipasi model pembelaan dengan cara pengalihan isu yang terkesan 'pengecut' tidak berani menghadapi pokok permasalahan.

"TPM memberikan dukungan penuh kepada perlawanan hukum Buni Yani beserta para penasehat hukumnya," kata Guntur dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/11).

Menurut Guntur, TPM telah mempelajari video yang diunggah oleh Buni Yani. TPM berkesimpulan hukum bahwa unggahan Buni Yani adalah merupakan bentuk 'Citizen Journalism'.

"Seperti karya Jurnalisme media massa Pro Ahok yang mengambil bagian yang penting-penting saja. Didalam karya ilmiah pun, sudah biasa kita mengutip sebagian kalimat dalam Buku Ilmiah, tidak satu buku kita kutip semua dan dimasukkan dalam karya ilmiah kita," terang Guntur.

Guntur menegaskan, kutipan yang diunggah Buni Yani tidak terdapat penambahan, pengurangan ataupun perubahan dari aslinya.

Selain itu, lanjut Guntur, Pelapor Buni Yani diragukan kedudukan hukumnya (legal standing). Juga sama sekali tidak memahami hukum pidana, sehingga tidak mampu menunjuk undang-undang dan pasal pidana mana yang dilanggar Buni Yani.

"Polisi harus menemukan saksi yang hanya melihat unggahan Buni Yani kemudian melakukan tindak pidana ataupun permusuhan. Sebaliknya kami sangat yakin,semua orang yg marah kepada Ahok kesemuanya tidak hanya melihat unggahan Buni Yani, bahkan sebagian besar yg marah tidak tahu menahu ada unggahan Buni Yani," kata Guntur.

Sebelumnya, Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen (Pol) Boy Rafli Amar mengatakan Buni Yani selaku pengunggah video Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyinggung Surat Al-Maidah 51 berpotensi menjadi tersangka.

"Buni Yani dilaporkan sebagai terlapor, itu berpotensi dia menjadi tersangka juga dengan mengunggah video dan menyebarluaskan lewat Facebook dia," kata Boy di Mabes Polri Jakarta Selatan, Sabtu (5/1).

"‎Itu (Video yang diunggah Buni Yani) bisa menjadi sesuatu yang viral dan kemudian menyulut kemarahan publik," sambung Boy.

Meski demikian, lanjut Boy, hingga kini pelaporan terhadap Buni masih diproses oleh penyidik Polda Metro Jaya dan akan dituntaskan. "Nanti bisa didalami lagi, yang jelas prosesnya masih berjalan," tutupnya.

Diketahui Buni dilaporkan oleh kelompok relawan pendukung Ahok, komunitas Muda Ahok Djarot (Kota Adja) ke Polda Metro Jaya karena sengaja mengedit rekaman video Ahok.(Deddi Bayu/dbs)


  
  
TERPOPULER
Index +