Kamis, 27 April 2017 | 10:26 WIB
Tuntutan Ahok Rendah, Jaksa Agung Bantah ada Intervensi
Jumat, 21 April 2017 | 14:11 WIB
HM Prasetyo - [Deni Hardimansyah]

Skalanews - Tuntutan yang rendah terhadap terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dianggap sebagian pihak telah melukai umat Islam. Jaksa Agung HM Prasetyo membantah jika tuntutan rendah itu karena pihaknya diintervensi.

"Kejaksaan tak pernah bekerja di bawah tekanan atau intervensi," tegas Prasetyo di gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (21/4).

Prasetyo menampik, tertundanya pembacaan tuntutan yang harusnya sudah dibacakan pada Selasa (11/4), namun baru dibacakan pada Kamis (20/4) kemarin, karena adanya tekanan.

Ditegaskan Prasetyo, penundaan tersebut murni untuk menentukan apakah Ahok tepat dituntut sebagaimana Pasal 156a KUHP ataukah Pasal 156, mengingat dakwaan JPU adalah alternatif.

"Kan sudah disampaikan oleh jaksa kita ingin justru dng waktu yang panjang itu kita bisa analisa lebih komprehensif, lengkap," sambungnya.

Prasetyo juga menanggapi santai keberatan para pelapor dalam kasus ini akan tuntutan rendah tersebut.

"Ya bisa aja. Tapi ada juga yang minta supaya Ahok dibebaskan kan. Kan ada 2 pihak yang sedang berhadapan, jaksa tak terpengaruh ke kanan kekiri, jaksa kukuh dengan pendiriannya sesuai dengan fakta dan bukti yang terungkap di persidangan," tutupnya.(Frida Astuti/dbs)