Sabtu, 24 Juni 2017 | 15:52 WIB
Habib Rizieq Minta Perlindungan PBB, Polri: Itu Hak yang Bersangkutan
Kamis, 18 Mei 2017 | 14:25 WIB
-

Skalanews - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab diketahui meminta perlindungan dari Komisi HAM PBB terkait kasus video chat porno yang menjerat dirinya dan Firza Husein.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto mengatakan pihaknya mempersilahkan siapapun meminta perlindungan dari PBB.

"Saya pikir itu hak yang bersangkutan, ya saya kira kalau mau minta bantuan PBB itu hak mereka, kita juga harus menghormati," kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (18/5).

Sebelumnya pengacara Rizieq, Kapitra Ampera, dalam konferensi pers di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (16/5) lalu mengatakan, Rizieq akan membawa kasus itu ke forum internasional.

"Beliau sudah bertemu dengan komisioner dari Human Rights PBB dan ini akan ditindaklanjuti setelah Ramadan," kata Kapitra.

Rizieq sudah menemui deputi komisioner lembaga internasional tersebut di Kuala Lumpur, Malaysia. Selanjutnya, Rizieq akan bertolak ke Eropa untuk mendatangi markas PBB di Jenewa, Swiss.

Sementara itu terkait permintaan Blue Notice atau permintaan bantuan untuk mencari keberadaan seseorang dan aktivitasnya melalui interpol, dikatakan Setyo pihaknya belum mendapatkan laporan lanjutan dari penyidik apakah permintaan tersebut sudah dikirim atau belum ke Interpol di Lyon, Prancis.

"Itu adalah kewenangan penyidik untuk minta bantuan Interpol pusat di Lyon, Prancis, tentunya melalui national central biro di Jakarta," pungkas Setyo.(Frida Astuti/dbs)