Selasa, 23 Mei 2017 | 11:54 WIB
KPK Bakal Buka Informasi Kasus yang Ditangani Novel Baswedan
Sabtu, 20 Mei 2017 | 00:38 WIB
Agus Rahardjo -

Skalanews - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengaku bersedia membuka informasi soal perkara-perkara yang ditangani oleh Novel Baswedan untuk Polda Metro Jaya.

Hal ini guna membantu jajaran Polda Metro Jaya untuk mengusut kasus dugaan teror penyiraman air keras kepada Novel.

"KPK akan bantu sesuai dengan kewenangannya. Tadi sharing informasi dan saling menambah informasi (kasus yang ditangani Novel). Bayangannya sudah jelas walaupun belum bisa disampaikan," kata Agus saat jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (19/5).

Namun, Agus mengklaim bila data-data yang disampaikan pada pihak polisi tidak secara gamblang. Melainkan hanya informasi sebatas informasi kasus-kasus yang ditangani oleh Novel.

"Informasi yang diberikan pada Polda Metro Jaya kalau kasus yang ditangani Novel, kita sebutkan, Novel itu Kasatgas (kasus) ini. Lalu yang ditangani ini dan ini. Jadi tidak masuk ke perkaranya," ujar dia.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono  informasi terkait dengan kasus yang ditangani Novel sangatlah diperlukan untuk membuka siapakah aktor intelektual yang melakukan aksi penyiraman tersebut.

Sebagaimana, dalam penyidikan ini, Argo menyebutkan, pihaknya menggunakan dua motode. Yakni metode deduktif dan indikatif.

Metode deduktif yakni mencari petunjuk-petunjuk dari tempat kejadian perkara dan pemeriksaan saksi-saksi di TKP.

Sedangkan metode induktif, yakni bertolak dari persinggungan teror ini dengan kasus-kasus yang pernah atau sedang ditangani Novel.

"Jadi kita cari apa korban Novel ini pernah selesaikan suatu kasus yang berpotensi-potensi. Kasus apa saja yang ditangani. Ini jd potensi penyelidikannya. Dari tim kami lakukan kegiatan ini. Tidak bisa kita ungkapkan seperti apa detail dan cara-caranya. Misalnya kasus e-KTP ada berpotensi nggak," katanya.

Untuk itu, Argo menyebutkan, pihaknya akan mencermati satu per satu kasus yang ditangani Novel yang berpotensi terjadinya serangan dari pihak lain.

"Kita ingin dapatkan informasi kira-kira apa kasus yang sudah ditangani dan yang sedang ditangani. Kita lihat kasus yang berpotensi, kita curigai di situ," katanya. (Bisma Rizal/bus)