Selasa, 22 Agustus 2017 | 06:30 WIB
Polri Imbau Korban PT First Travel untuk Melapor
Jumat, 11 Agustus 2017 | 19:28 WIB
PT First Anugerah Karya Wisata - [ist]

Skalanews - Polri mengimbau para jemaah umroh yang menjadi korban dugaan penipuan oleh PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel) agar menyerahkan proses hukum kepada kepolisian.

"Kita berharap bahwa masyarakat yang menjadi korban peristiwa ini untuk tetap bersabar dan tidak melakukan sesuatu perbuatan yang berakibat kepada perbuatan melawan hukum," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/8).

Polri meminta agar korban juga melaporkan ke kepolisian agar didata. Pendataan, sambung Martinus sangat penting untuk dijadikan bahan keterangan guna proses penuntutan dan ke pengadilan.

"Silakan laporkan kepada pihak kepolisian, disamping kepolisian sendiri memiliki data tentang siapa saja korban yang ada," sambungnya.

Diketahui dalam kasus ini penyidik Bareskrim Polri sudah menetapkan Direktur Utama PT First Travel yakni Andika Surachman dan istrinya Anniesa Desviatasari Hasibuan‎ sebagai tersangka.

"Jadi data sementara yang kita miliki ada sekitar 70 ribu jemaah yang tercatat menjadi bagian dari pelayanan PT First. Yang kemudian dari 70 ribu ini, lebih kurang 35 ribu sudah berangkat dan lebih kurang 35 ribu belum bisa berangkat. Jadi hampir separuhnya tidak bisa berangkat," pungkasnya. (Frida Astuti/bus)