Jumat, 20 Oktober 2017 | 15:52 WIB
Eggi Sudjana Sebut First Travel Tak Tipu Jamaah, tapi Wanprestasi
Sabtu, 12 Agustus 2017 | 22:04 WIB
-

Skalanews - Kuasa Hukum PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel) Eggi Sudjana menolak jika kliennya telah melakukan penipuan terhadap ribuan jemaah yang memakai jasa agen perjalanan umrah tersebut.

"Definisi penipuan itu dikaitkan dengan penggelapan pasal 372, Pasal 378, unsur-unsurnya menggunakan nama palsu, menggunakan identitas yang tidak sebenarnya, sehingga dia bertransaksi tidak dengan keaslian dirinya, itu satu unsur yang harus diperhatikan. Itu namanya penipuan," kata Eggi dalam d‎ialog bertema 'Mimpi dan Realitas First Travel' di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8).

Menurut Eggi, unsur-unsur tersebut di atas tidak dipenuhi oleh kliennya. Bahkan selama 7 tahun berdiri First Travel tidak pernah bermasalah dan telah memberangkatkan kurang lebih 50 ribu jemaah dengan harga murah.

"Kalau boleh tepat ini namanya wanprestasi, tidak ada penipuan, apa yang ditipu?" cetus Eggi.

Disambung Eggi, yang terjadi saat ini belum masuk ranah pidana umum yakni penipuan, namun ranah perdata. Pasalnya dari hasil negosiasi dengan Tim Waspada Investasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), First Travel masih diberikan kesempatan untuk memberangkatkan jamaah.

"Telah memberikan kesempatan kepada klien kami ini untuk memberangkatkan dalam kurun waktu November sampai Desember (2017-red) sampai Januari 2018, masing-masing perbulannya kurangnya 5 ribu sampai 7 ribu jemaah," rincinya.

Peluang kedua yakni bagi jamaah yang tidak ingin berangkat maka uang akan dikembalikan (refund) dengan tahapan 30 hari kerja sampai 90 hari kerja.

"Jadi jatuhnya sampai des nanti baru bisa dikatakan jika poin-poin ini tidak dilaksanakan nah ini baru bisa dipidana. Nah kenapa sekatang tiba-tiba dua minggu kemudian sudah 18 Juli sudah dibekukan oleh kementrian," pungkas Eggi.(Frida Astuti/dbs)