Jumat, 15 Desember 2017 | 18:50 WIB
Sebelum Kasus First Travel, DPR Sudah Ingatkan Kemenag
Minggu, 13 Agustus 2017 | 02:06 WIB
-

Skalanews - Wakil Ketua Komisi 8 DPR RI Sodik Mujahid mengaku pihaknya sudah memberi peringatan kepada Kementerian Agama (Kemenag) t‎erkait bisnis perjalanan wisata umroh yang berpotensi menipu jamaah.

Peringatan tersebut disebut Sodik sudah dilakukan pihaknya jauh hari sebelum kasus penelataran puluhan ribu jamaah umroh oleh‎ PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel).

"S‎aya pribadi sudah ribut pada Kemenag, saya sudah ribut dengan Menag soal ini. sebelum kasus penelantaran saya sudah warning pada Menag hati-hati itu dengan travel-travel dengan pola seperti ini," kata Sodik dalam dialog bertema '‎Mimpi dan Realitas First Travel' di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8).

Menurut Sodik, banyak bisnis berpola mengumpulkan dana yang berujung korban, baik dalam bentuk koperasi maupun bentuk bisnis lainnya.

Khusus First Travel, Sodik sudah mengendus adanya pelanggaran oleh perusahaan yang dimiliki pasangan suami istri yakni Andika Surachman selaku Direktur Utama dan istrinya Anniesa Desviatasari Hasibuan selaku Direktur itu.

"Itu melanggar peraturan Kemenag yang agak mirip dengan MLM apalagi kemudian melanggar juga aturan-aturan dari OJK," paparnya.

Saat munculnya kasus penelantaran jamaah, Sodik mengaku sudah menyampaikan pada Menag untuk mencabut izin, namun saat itu Menag masih beralasan kalau dihentikan bagaimana nasib para korban.

"Buktinya apa sekarang akhirnya dicabut juga sekarang, tapi korbannya sudah puluhan ribu, maka ketika kami mengingatkan dan Menag mengikuti apa yang kami minta sama saja kan dicabut tapi mungkin korbannya masih sedikit," pungkasnya.(Frida Astuti/dbs)