Sabtu, 18 November 2017 | 06:01 WIB
Polri Disebut Telah Terbitkan SPDP Kasus Surat Palsu Dua Pimpinan KPK
Rabu, 8 November 2017 | 18:16 WIB
Fredrich Yunadi -

Skalanews - Kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi menyebut penyidik Bareskrim Polri sudah meningkatkan ke penyidikan pelaporanya terhadap dua pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo dan Saut Sitomorang.

Diketahui Agus dan Saut dilaporkan atas dugaan pembuatan surat palsu dan penyalahgunaan wewenang.

"Kini sekarang status sudah penyidikan dengan diduga dilakukan oleh Saut dan Agus Rahardjo," kata kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi, di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Rabu (8/11).

Fredrich menyebut pihaknya sudah menerima tembusan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Bareskrim.

Fredrich juga menunjukkan tembusan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) bernomor B/263/XI/2017/Dittipidum tersebut.

"Ini sudah ada SPDP, diduga dilakukan siapa bisa dilihat sendiri. Jadi SPDP sudah diserahkan kepada Kuningan (KPK) juga. Jadi mereka sudah tahu," sambungnya.

SPDP itu sendiri diterbitkan pada Selasa, 7 November 2017, dan ditandatangani Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigadir Jenderal Herry Rudolf Nahak.

Pada SPDP itu ditulis bahwa penyidik telah menemukan dugaan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan atau Pasal 421 KUHP.

"Dimana membuat surat keterangan seolah-olah benar, penyalahgunaan kekuasaan dan menjalankan tugas tipikor melanggar Pasal 421. Ancaman hukum enam tahun," pungkasnya.(Frida Astuti/dbs)