Jumat, 15 Desember 2017 | 19:17 WIB
Polri Bongkar Sindikat Pembuat dan Pengedar Upal Emisi Baru
Kamis, 7 Desember 2017 | 18:20 WIB
ilustrasi - [ist]

Skalanews - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri menangkap lima orang pelaku sindikat pembuatan uang palsu (Upal) emisi 2016. Penangkapan kelima pelaku, yakni AY, AS, T, B dan CM merupakan dari hasil operasi di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.

"Ini merupakan operasi maraton di Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat. Hasilnya kita tangkap lima orang, sindikat uang palsu emisi baru 2017," kata Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya di Gedung Bareskrim, Jakarta Pusat, Kamis (7/12)

Disebut Agung, Upal yang diproduksi pelaku merupakan terbaru. "Ini uang palsu yang belum sempat mereka edarkan," sambungnya.

Lima orang yang ditangkap memiliki peran masing-masing, yakni AY dan AS sebagai pengedar serta mencari orang-orang yang mau diajak berbisnis Upal.

Sementara T dan B adalah si pembuat uang palsu emisi baru 2017. Produksi duit palsu ini dilakukan wilayah Tambun, Bekasi.

"CM adalah pemodal, menyediakan modal dan peralatan," rincinya.

Pelaku AS, T, dan B diketahui juga pernah melakukan kejahatan serupa. Lebih lanjut, kata Agung, setelah lakukan pengembangan nyatanya tersangka juga kerap melakukan pemalsuan dokumen.

"Ada STNK, Paspor, buku nikah, dan BPKB palsu," pungkasnya.

Dari para pelaku, polisi menyita aset kejahatan yakni tiga kendaraan roda empat, hasil uang palsu siap edar, dan uang palsu yang belum dipotong.

Para pelaku terancam Pasal 36 ayat 1, ayat 2 dan ayat 3, Pasal 37 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang juncto Pasal 55 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. (Frida Astuti/bus)