Sabtu, 16 Desember 2017 | 16:16 WIB
David Tobing Gugat KY Soal Seleksi Calon Hakim Agung ke KIP
Selasa, 10 Oktober 2017 | 15:50 WIB
David Maruhum L. Tobing - [ist]

Skalanews - Pengacara David Maruhum L. Tobing mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi ke Komisi Informasi Pusat (KIP) terkait tindakan Komisi Yudisial (KY) yang tidak memberikan informasi hasil seleksi Calon Hakim Agung Tahun 2017.

Melalui kuasa hukumnya dari Adams & Co, Akhmad Zaenuddin dalam keterangan tertulis kepada skalanews, Selasa (10/10) mengungkapkan bahwa kliennya merupakan salah satu peserta yang ikut seleksi Calon Hakim Agung itu.

Zaenuddin beralasan permohonan ke KIP ini untuk keperluan evaluasi dan pertanggungjawaban kliennya kepada lembaga-lembaga pengusul, sehingga kliennya meminta KY memberikan informasi antara lain, yakni:

1) Hasil Penilaian Kesehatan Bakal Calon Hakim Agung Republik Indonesia Tahun 2017 yang dibuat oleh Pusat Kesehatan Angkatan Darat RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.
2) Hasil Asesmen Kepribadian dan Kompetensi Calon Hakim Agung Republik Indonesia Tahun 2017 yang dibuat oleh Quantum HRM Internasional.
3) Rincian hasil rekam jejak yang terdiri dari: Penerimaan informasi atau pendapat masyarakat, Analisis LHKPN, Investigasi, dan Klarifikasi oleh Komisioner KY di kediaman dan kantor Pemohon (termasuk rekaman pembicaraan di kediaman David).

"Terkait permohonan tersebut, KY menolak untuk memberikannya dengan alasan bahwa beberapa informasi yang diminta merupakan informasi rahasia dan tidak dapat diberikan kepada publik. Selain itu, beberapa informasi lain yang diminta tidak dapat diberikan karena KY menilai bahwa informasi tersebut mengandung unsur hak kekayaan intelektual, termasuk informasi yang dikecualikan, atau menyangkut data pribadi seseorang," papar Akhmad Zaenuddin.

Ia menambahkan kliennya merasa keberatan dengan alasan dan dasar yang dijadikan KY untuk menolak permohonan informasi yang diminta. Ia menilai bahwa alasan kerahasiaan yang digunakan KY untuk menolak permohonannya adalah tidak dapat dibenarkan karena informasi yang diminta adalah terkait diri sendiri, untuk kepentingan sendiri dan tidak untuk dipublikasikan.

Selain itu informasi yang diminta kliennya juga tidak dapat dikualifikasikan sebaga informasi yang mengandung unsur HAKI karena informasi yang dimohonkan bukan terkait metodologi yang dilakukan suatu lembaga, namun yang diminta kliennya adalah informasi mengenai hasil penilaian lembaga tersebut.

"Meminta KIP untuk menyatakan bahwa informasi yang diminta bersifat terbuka bagi David dan memerintahkan KY untuk memberikan informasi hasil seleksi Tahap III (Kesehatan dan Kepribadian) Calon Hakim Agung Republik Indonesia Tahun 2017 atas nama Dr. David Maruhum L Tobing, S.H, M.Kn., dengan rincian sebagaimana tersebut di atas," tutupnya. (Frida Astuti/bus)