Sabtu, 18 November 2017 | 06:09 WIB
Kasi Intelijen Kejari Samarinda akan Sampaikan Pembelaan di MKJ
Senin, 13 November 2017 | 20:49 WIB
HM Prasetyo -

Skalanews - Kejaksaan Agung diketahui telah memecat Kepala Seksi (Kasi) Intelijen pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda, Kalimantan Timur, Bramantyo karena terbukti menerima suap terkait penanganan perkara dana hibah Asosiasi Perguruan Swasta Indonesia (Aptisi) Kaltim.

Kembali ditegaskan Jaksa Agung HM Prasetyo, oknum jaksa nakal itu dipecat dari jabatan jaksa sekaligus statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Dari jaksa, dari PNS. Kita tidak ada kompromi," tegas Prasetyo Gedung Badiklat Kejagung, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (13/11).

Meski demikian, disambung Prasetyo, pihaknya akan tetap memberi ruang bagi oknum jaksa itu menyampaikan pembelaan dalam sidang Majelis Kehormatan Jaksa (MKJ).

"Nanti mereka akan diberikan hak untuk membela diri. Itu prosedur seperti itu. Kita akan membentuk Majelis Kehormatan Jaksa. Dia diberi kesempatan untuk membela diri," sambungnya.

Majelis Kehormatan Jaksa itu dijelaskan Prasetyo akan dipimpin oleh seorang Jaksa Agung Muda (JAM) baik dari pembinaan ataupun pengawasan.

"Disitu ada penuntutnya, ada pembelanya juga, jadi dilakukan secara fair dan terbuka. Maka saya katakan kita harus berikan contoh karena penegak hukum harus memberikan contoh kepada yang lain, bagaimana istilahnya yang populer kan bagaimana kita bisa menyapu lantai kotor jika sapu kita saja kotor kan. Kalau ada oknum jaksa kita yang melakukan kesalahan tidak ada kompromi," pungkasnya.

Diketahui dalam kasus ini Asisten Pengawasan (Aswas) Kejati Kaltim, memeriksa tiga jaksa, yakni, Kepala Kejari Samarinda Retno Harjantari Iriana, Kepala Seksi Pidana Khusus Darwis Burhansyah dan Kepala Seksi Intelijen Bramantyo. Namun, hanya Jaksa Bramantyo yang diberi sanksi tegas berupa pemecatan. (Frida Astuti/bus)