Kamis, 19 Oktober 2017 | 19:44 WIB
Jumlah Wisatawan AS ke Bali Naik Peringkat
Senin, 21 Agustus 2017 | 11:03 WIB
Ilustrasi - [ist]

Skalanews - Jumlah wisatawan Amerika Serikat yang berliburan ke Bali naik peringkat dari tahun sebelumnya berada pada peringkat sembilan, kini menjadi urutan keenam dari sepuluh negara terbanyak memasok turis ke Bali.

"Kenaikan peringkat tersebut, berkat semakin banyaknya kunjungan masyarakat Amerika Serikat ke Bali. Melampaui masyarakat asal Korea Selatan, Malaysia, Taiwan dan Jerman," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Adi Nugroho di Denpasar, Senin (21/8).

Ia mengatakan, masyarakat negara adikuasa itu berwisata ke Bali sebanyak 98.669 orang selama semester I-2017, --meningkat 18,02 persen dibanding semester yang sama tahun sebelumnya tercatat 83.606 orang.

Kunjungan masyarakat AS ke Bali itu, mampu memberikan kontribusi 3,51 persen dari total kunjungan wisman ke Pulau Dewata sebanyak 2,811 juta orang selama semester I-2017. Angka itu menunjukkan peningkatan 23,76 persen, dibanding semester yang sama tahun sebelumnya tercatat 2,271 juta orang.

Adi Nugroho menambahkan, wisatawan AS ke Bali berada pada peringkat enam setelah China, Australia, India, Inggris, dan Jepang.

Jepang yang dulunya berada di peringkat kedua terbanyak memasok turis ke Bali setelah Australia, kini melorot berada di urutan ke lima. Meskipun masyarakat Jepang ke Bali meningkat 2,41 persen  menjadi sebanyak 112.065 orang selama semester I-2017, dibanding semester yang sama tahun sebelumnya hanya 109.424 orang, --karena negara lain meningkat lebih besar.

Dengan demikian, hanya mampu memberikan kontribusi 3,99 persen dari total wisman yang berkunjung ke Bali.

Adi Nugroho menambahkan, negara Amerika Serikat, selain masyarakatnnya semakin banyak berwisata ke Bali, ekspor berbagai jenis komoditas asal daerah ini sebagian besar juga diserap negara tersebut.

Ekspor ikan dan udang dari Bali misalnya 43,22 persen diserap pasaran AS, menyusul pakaian jadi bukan rajutan 23,11 persen, aneka jenis cindera mata berbahan baku kayu 24,23 persen dan perabot penerangan rumah 11,94 persen.

Selain itu, menurut Adi Nugroho, juga menyerap paling banyak barang dari plastik 25,80 persen, benda-benda dari batu, gips dan semen 15,21 persen serta kapas 80,46 persen. (ant/tat)


  
  
KOMENTAR:
Nama
Email
Komentar