Sabtu, 16 Desember 2017 | 15:51 WIB
Pameran Seni Kontemporer
Menaker: Peradaban Manusia Dipengaruhi Seni, Sains dan Kemajuan Teknologi
Kamis, 11 Mei 2017 | 14:11 WIB
Menaker M Hanif Dhakiri, Menkominfo Rudiantara dan Kepala BEKRAF Triawan Munaf - dok. Kemnaker

Skalanews - Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri bersama Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) RI Triawan Munaf menghadiri pembukaan pameran berjudul '1001 Martian Homes' pada Indonesian Pavilion Venice Art Biennale 2017 yang digelar pada Rabu malam (10/5).

Uniknya, pameran karya seniman Indonesia di ajang biennale seni rupa kontemporer tertua di dunia tersebut dihadirkan secara berbarengan real time di dua negara, Indonesia dan Italia, yaitu di paviliun Arsenale Venezia dan Senayan City Jakarta. Pameran tersebut tidak bersifat statis, namun berlangsung secara interaktif setiap hari mulai 10 Mei 2017 hingga 26 November 2017.

Pada kesempatan itu, Menaker Hanif mengatakan kemajuan teknologi yang mendukung perpaduan antara sains dan seni memiliki andil besar terhadap pekembangan hidup dan peradaban manusia.

"Dalam pameran ini karya seni Tintin Wulia menghadirkan perpaduan harmoni antara seni dan sains yang didukung perkembangan teknologi dan informasi. Daya lihat intinya juga kombinasi art pada satu sisi dan sisi yang lain ada sainsnya," kata Hanif.

Oleh karenanya, Menaker mengingatkan kepada seluruh masyarakat akan pentingnya penguasaan teknologi dan informasi tersebut. Yang mana memiliki peran besar untuk memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Saya kira ini menjadi pengingat kepada kita semua, bahwa dunia ini bergerak semakin maju. Dan teknologi informasi menjadi? salah satu kunci di sana. Sehingga saya kira seluruh kekuatan dari bangsa ini harus kita arahkan untuk memperkuat ini," tutur Hanif.

Sementara itu, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) RI Triawan Munaf menambahkan Karya-karya Tintin menyampaikan pesan relevan mengenai perubahan kebudayaan global, ketika internet dan teknologi efektif mempengaruhi ruang dan batas fisik geografis.

Pada momen tersebut, dilakukan komunikasi interaktif antara kedua negara di masing-masing lokasi. Sepanjang enam bulan pameran pun, pengunjung Indonesia bisa melihat apa yang dilakukan pengunjung pameran Venesia, begitu juga sebaliknya.

Dalam  ajang pameran ini terdapat tiga karya Tintin yang dipamerkan, antara lain "Not Alone", "Under The Sun", dan "One Thousand and One Martian Homes". Seluruhnya berwujud instalasi yang terhubung dengan pasangan kembar masing-masing di kedua kota di dua negara berbeda.(dbs)


  
  
KOMENTAR:
Nama
Email
Komentar