Jumat, 15 Desember 2017 | 17:15 WIB
Internasional
IMF Peringatkan Kerentanan Finansial Dapat Gagalkan Pemulihan Global
Kamis, 12 Oktober 2017 | 18:30 WIB
Ilustrasi - [ist]

Skalanews - Dana Moneter Internasional (IMF) pada Rabu (11/10) memperingatkan, meningkatnya kerentanan finansial dapat menggagalkan pemulihan global yang telah lama ditunggu, --meskipun stabilitas keuangan terus membaik.

"Sistem keuangan global terus menguat, dalam merespon dukungan kebijakan luar biasa, peningkatan peraturan, dan kenaikan siklus dalam pertumbuhan," kata IMF, dalam Laporan Stabilitas Keuangan Global, pada Rabu (11/10).

"Namun di luar perbaikan baru-baru ini, lingkungan yang sedang melanjutkan akomodasi moneter, --yang diperlukan untuk mendukung aktivitas dan meningkatkan inflasi--, juga menyebabkan meningkatnya valuasi aset dan tingkat leverage yang lebih tinggi," pemberi pinjaman yang berbasis di Washington tersebut memperingatkan.

Kondisi moneter dan keuangan longgar yang terus berlanjut mendorong selera risiko para investor, dan memperluas pencarian mereka terhadap imbal hasil, kata IMF.

Seiring pencarian imbal hasil yang semakin intensif, tambah IMF, risiko pasar beralih dari sektor perbankan ke sektor non-perbankan.

Selain pencarian imbal hasil yang intensif, ekonomi-ekonomi utama melihat tingkat utang mereka meningkat.

Menurut laporan tersebut, di negara-negara G20, utang yang dimiliki oleh lembaga-lembaga non-keuangan, --seperti pemerintah, rumah tangga dan perusahaan--, sekarang melampaui 135 triliun dolar AS, setara dengan sekitar 235 persen dari PDB gabungan mereka.

IMF memperingatkan, risiko-risiko, seperti lonjakan inflasi dan lonjakan suku bunga yang tiba-tiba, dapat memicu gejolak pasar, yang dapat menyebabkan para investor mengalami kerugian yang lebih besar.

"Tantangan utama yang dihadapi para pembuat kebijakan adalah memastikan, bahwa penumpukan kerentanan finansial terkendali. Sementara kebijakan moneter tetap mendukung pemulihan global," kata IMF.

IMF menyarankan, agar bank-bank sentral besar benar-benar menjelaskan rencana mereka untuk melepaskan akomodasi moneter, agar tidak menimbulkan gejolak pasar.

Regulator-regulator keuangan, kata IMF, harus menggunakan kebijakan-kebijakan makro-kehati-hatian untuk mengekang kenaikan leverage dan mengatasi risiko-risiko stabilitas keuangan. (xin/ant/tat)