Selasa, 24 Oktober 2017 | 14:23 WIB
Internasional
Uni Emirat Arab Stop Keluarkan Visa Bagi Warga Korut
Jumat, 13 Oktober 2017 | 16:03 WIB
Ilustrasi - [ist]

Skalanews - Uni Emirat Arab mengumumkan penghentian pengeluaran visa untuk warga Korea Utara, dan penurunan hubungan diplomatik dengan Pyongyang, menyusul langkah Kuwait dan Qatar.

Menurut siaran kantor berita pemerintah WAM pada Kamis (12/10), pemerintah Uni Emirat Arab telah mengakhiri misi duta besar nonresiden mereka untuk Korut, dan duta besar non-residen Pyongyang untuk Uni Emirat Arab.

Menurut siaran WAM, Abu Dhabi juga tidak lagi mengizinkan perusahaan Korut beroperasi di satu pun dari tujuh emiratnya.

Ketegangan terkait program persenjataan Korut meningkat dalam beberapa bulan terakhir, dengan Pyongyang meluncurkan sejumlah rudal dan melakukan uji coba nuklir keenam sekaligus terkuat mereka bulan lalu.

Sanksi-sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap Korut bulan lalu, diperluas untuk menyertakan pekerja tamu Korut, serta pembatasan ekspor tekstil dan minyak.

Korea Selatan dan Jepang menekan negara-negara Teluk untuk berhenti mempekerjakan pekerja Korea Utara, yang pendapatannya beralih ke pengiriman uang yang menguntungkan rezim di Pyongyang menurut sumber-sumber diplomatik Asia.

Pada September, Kuwait memberi duta besar Korut waktu satu bulan untuk meninggalkan negerinya, dan berhenti mengeluarkan visa bagi seluruh warga Korut.

Qatar juga menyatakan, tidak akan memperbarui visa para pekerja Korut dengan izin visa kerja terakhir dijadwalkan kadaluwarsa pada akhir 2018.

Antara 2.000 dan 2.500 warga Korut, saat ini bekerja di Kuwait. Dan sekitar 1.000 lainnya di Qatar.

Sementara, menurut pernyataan seorang diplomat Korea Selatan yang dikutip AFP, Uni Emirat Arab merupakan tempat 1.300 warga Korut bekerja. (afp/ant/tat)