Jumat, 24 November 2017 | 22:03 WIB
Korupsi
Terseret Kasus e-KTP, Miryam S Haryani Siap Diperiksa KPK
Minggu, 12 Maret 2017 | 03:13 WIB
-

Skalanews - Anggota DPR fraksi Hanura Miryam S Haryani mengaku siap diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal dugaan keterlibatan kasus korupsi e-KTP.

Saat ditemui di Surabaya, Sabtu (11/3) wanita yang juga Ketua Umum  DPP Srikandi Partai Hanura mengatakan bahwa dirinya sebagai warga negara yang taat hukum akan memenuhi panggilan setiap saat kepada KPK atas kasus e-KTP.

"Semua anggota komisi II DPR RI dipanggil kok tidak hanya saya saja. Nanti saya jelaskan semuanya kepada KPK terkait e-KTP," ungkapnya.

Miryam mengaku dalam kasus e-KTP tersebut tak mungkin dirinya dianggap yang mengatur adanya korupsi dalam pengadaan e-KTP.

"Tak mungkinlah saya yang mengatur karena saat itu anggota fraksi Hanura Cuma dua. Mustahil sekali," jelasnya.

Wanita kelahiran Indramayu ini menambahkan, sampai saat ini dirinya masih menunggu surat panggilan dari KPK terkait pemeriksaan kasus e-KTP.

"Saya masih menunggu seperti apa maunya. Yang penting saya siap diperiksa," imbuhnya.

Terkait dugaan terlibat dalam kasus e-KTP, Miryam mengaku sudah dipanggil oleh Ketua Umum DPP partai Hanura Oesman Sapta Odang.

Ketika dikonfirmasi apakah akan melaporkan Andi Narongong seperti mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie ke Bareskrim, Miryam masih menunggu hasil pemeriksaan di KPK terlebih dahulu.

"Kalau ke arah sana nanti saja nunggu dari KPK dulu," pungkasnya.

Sekadar diketahui, Miryam S Haryani ikut terseret kasus korupsi pengadaan proyek e-KTP. Namanya tercantum dalam berkas dakwaan kasus e-KTP yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta.

Jaksa menyebut Miryam menerima aliran dana pengadaan proyek e-KTP di DPR senilai $23 ribu atau sekitar Rp300 juta.(wahyu/dbs)