Kamis, 27 April 2017 | 06:23 WIB
Korupsi
Penyanyi Syahrini Disebut di Sidang Suap Pengemplang Pajak
Selasa, 21 Maret 2017 | 04:27 WIB
Syahrini - [dok. skalanews]

Skalanews - Nama penyanyi Syahrini ikut disebut dalam persidangan kasus dugaan suap pengemplang pajak yang menjerat Country Director PT EK Prima Ekspor (EKP) Ramapanicker Rajamohanan Nair alias Rajesh.

Sebagaimana nota dinas yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK saat melakukan pemeriksaan terhadap Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Jenderal Pajak Handang Soekarno.

Dalam nota Dinas Nomor ND 136.TA/PJ.051/2016 tertulis daftar Jumlah Pajak yang Tidak atau Kurang Dibayar atau yang Seharusnya Tidak Dikembalikan” tertanggal 4 November 2016.

"Kami menemukan 16 perusahaan dan perorangan, salah satunya Syahrini. Syahrini siapa?" tanya JPU KPK, Moch Takdir Sulhan, dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (20/3).

"Syahrini artis," jawab Handang.

Nota itu sendiri ditujukan untuk Handang yang sifatnya Sangat Segera.

Berikut bunyi nota dinas:

"Sehubungan dengan Nota Dinas Kelompok VII Fungsional Pemeriksa Bukti Permulaan tanggal 4 November 2016 hal Penghitungan Jumlah Pajak Tidak atau Kurang Dibayar atau yang Seharusnya Tidak Dikembalikan a.n. Syahrini, perlu dibuat surat Penyampaian Informasi Tertulis Mengenai Jumlah Pajak Yang Tidak atau Kurang Dibayar atau yang Seharusnya Tidak Dikembalikan atas Pemeriksaan Bukti Permulaan yang dilakukan terhadap Wajib Pajak Syahrini."

"Bapak tidak berpendapat lain, terlampir surat Penyampaian Informasi Jumlah Pajak Yang Tidak atau Kurang Dibayar atau yang Seharusnya Tidak Dikembalikan untuk mendapat persetujuan."

Handang sendiri bersaksi dalam persidangan untuk terdakwa Rajamohanan yang diduga telah melakukan suap sebesar 148.500 dolar AS (Rp1,98 miliar) dari komitmen Rp6 miliar.

Uang itu nantinya ditunjukan untuk  Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kakanwil DJP) Jakarta Khusus Muhammad Haniv dan Handang Soekarno. (Bisma Rizal/bus)