Jumat, 24 November 2017 | 22:03 WIB
Korupsi
Miryam S Haryani Beri Pesan Khusus Untuk Novel Baswedan
Rabu, 21 Juni 2017 | 14:44 WIB
Miryam S Haryani -

Skalanews - Tersangka keterangan palsu di bawah sumpah, Miryam S Haryani mendoakan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan cepat sembuh atas insiden penyiraman air keras.

Anggota DPR RI itu juga memiliki pesan khusus untuk Novel agar bicara yang benar.

"Semoga cepat sembuh buat Pak Novel. Jadilah penyidik yang baik, yang berhati nurani, berbicara kebenaran, karena dalam hukum itu kan harus berbicara kebenaran," ujarnya saat ditemui wartawan di kantor KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (21/6).

Miryam diperiksa KPK untuk proses pelimpahan berkas perkaranya ke tahap penuntutan. Sehingga dalam dua minggu ke depan bakal menjalani persidangan. "Mungkin habis Lebaran ya," ujarnya.

Seperti diketahui, Miryam merupakan tersangka dugaan memberi keterangan tidak benar atau keterangan palsu pada 5 April 2017. Dugaan keterangan palsu itu disebut KPK diberikan Miryam saat persidangan dugaan korupsi e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto.

Penetapan tersangka ini tindaklanjut KPK setelah Miryam yang dihadirkan sebagai saksi pada persidangan 23 Maret 2017 mencabut keterangan dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Sambil menangis terisak, Miryam mencabut BAP soal bagi-bagi duit.

Pada 30 Maret 2017, Miryam yang dikonfrontir dengan penyidik KPK di persidangan menyatakan tetap mencabut keterangan dalam BAP karena mengaku diancam penyidik saat diperiksa.

Padahal penyidik KPK yang dikonfrontasi dalam persidangan menegaskan tidak ada penekanan saat proses pemeriksaan. Miryam di persidangan menyebut tidak tahu menahu soal dugaan korupsi e-KTP termasuk dugaan bagi-bagi duit di Senayan sebagaimana dakwaan jaksa KPK.

KPK menjerat Miryam dengan Pasal 22 juncto Pasal 35 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(Bisma Rizal/dbs)