Jumat, 24 November 2017 | 22:04 WIB
Korupsi
Miryam S Haryani Didakwa Keterangan Palsu di Pengadilan
Kamis, 13 Juli 2017 | 20:28 WIB
-

Skalanews - Jaksa KPK mendakwa anggota DPR RI, Miryam S Haryani dengan kasus dugaan pidana memberikan keterangan palsu di Pengadilan.

Dalam berkas dakwaan yang disusun Jaksa KPK menjelaskan, jika politikus Partai Hanura itu diduga sengaja tidak memberikan keterangan yang benar saat bersaksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

"Terdakwa dengan sengaja tidak memberi keterangan atau memberikan keterangan yang tidak benar sebagai saksi," ujar jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kresno Anto Wibowo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (13/7).

Padahal, dalam pemeriksaan di KPK, Miryam memaparkan siapa saja penerima aliran uang korupsi e-KTP. Namun, dalam persidangan Miryam mencabutnya dengan dalih ditekan tiga orang penyidik KPK saat memeriksanya. "Alasan yang disampaikan terdakwa tidak benar," kata Jaksa Kresno.

Hal itu sesuai dengan dihadirkannya ketiga penyidik KPK, yakni Novel Baswedan, Ambarita Damanik dan MI Susanto dalam persidangan yang sama.

Ketiga penyidik membantah adanya tekanan atau paksaan kepada Miryam dalam memberikan keterangan. "Bahkan, terdakwa  dalam empat kali pemeriksaan selalu diberikan kesempatan untuk membaca, memeriksa dan mengoreksi keterangannya pada akhir pemeriksaan," tutur Jaksa Kresno.

Sebagaimana dengan paraf dan tanda tangan Miryam yang dibubuhkan pada setiap berkas BAP.

Atas perbuatannya tersebut, Miryam didakwa melanggar Pasal 22 jo Pasal 35 ayat 1 Undang-Undang Nomor  31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. (Bisma Rizal/bus)