Jumat, 24 November 2017 | 22:04 WIB
Korupsi
Nota Keberatannya Ditolak, Miryam S Haryani: Enjoy Saja!
Senin, 7 Agustus 2017 | 20:16 WIB
-

Skalanews - Terdakwa Miryam S Haryani mengaku, tidak mempermasalahkan atas putusan sela Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.

Dalam putusannya, Hakim menolak nota keberatan Miryam atas dakwaan Jaksa KPK yang memaparkan, jika anggota DPR RI dari Fraksi Hanura itu memberikan keterangan palsu dalam persidangan.

"Enjoy saja saya. Biar peradilan tahu ya, saksinya mana yang benar dan mana yang salah. Saya lebih condong ke arah sana, biar masyarakat juga mengikuti persidangan," ujar Miryam ketika ditemui wartawan usai persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (7/8).

Majelis menyakini jika Pengadilan Tipikor berwenang mengadili dan memutus perkara terhadap terdakwa Miryam S Haryani.

Sehingga persidangan pun berlanjut pada pemeriksaan perkara dengan menghadirkan sejumlah saksi-saksi.

"Saya mengikuti proses hukum, menghormati peradilan. Saya akan mempersiapkan sidang-sidang berikutnya," kata Miryam.

Diketahui, Miryam didakwa memberikan keterangan palsu di pengadilan karena sengaja tidak memberikan keterangan yang benar saat bersaksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Menurut jaksa, Miryam dengan sengaja mencabut semua keterangan yang pernah ia berikan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Salah satunya, terkait penerimaan uang dari mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Sugiharto.

Dalam persidangan, anggota Fraksi Partai Hanura itu mengatakan, sebenarnya tidak pernah ada pembagian uang ke sejumlah anggota DPR RI periode 2009-2014, sebagaimana yang dia beberkan sebelumnya kepada penyidik. (Bisma Rizal/bus)