Jumat, 20 Oktober 2017 | 15:52 WIB
Korupsi
KPK Tahan Kabiro Organisasi Bakamla Nofel Hasan
Jumat, 11 Agustus 2017 | 18:22 WIB
ilustrasi -

Skalanews - KPK tahan Kabiro Perencanaan dan Organisasi Badan Keamanan Laut (Bakamla) Nofel Hasan yang ditetapkan sebagai tersangka kasus suap proyek pengadaan monitoring satelit. Penahanan ini dilakukan setelah Nofel menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Berdasarkan pantauan di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (11/8), Nofel terlihat keluar dari gedung KPK dengan mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK. Ia berjalan tenang masuk ke dalam mobil tahanan tanpa berkomentar.

Memurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, anak buah Ari Soedewo itu bakal menjalani penahanan selama 20 hari kedepan.

"Yang bersangkutan ditahan di Rutan Guntur untuk 20 hari pertama," jelas Febri.

Febri mengatakan, penahanan Novel telah memenuhi ketentuan Pasal 21 KUHP. Pasal ini mengatur tentang keabsahan maupun tentang perlunya penahanan.

Nofel telah ditetapkan sebagai tersangka KPK sejak 12 April 2017 karena diduga melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan jajaran Bakamla yang lain.

Dirinya diduga menerima hadiah atau janji yang diduga diberikan terkait jabatannya sebagai PPK. Dia diduga menerima 104.500 dolar Singapura.

Nofel merupakan tersangka kelima. Terdiri empat tersangka yang ditangani oleh KPK, dan satu orang di tetapkan berdasarkan kewenangan Polisi Militer TNI.

Tersangka itu adalah Direktur PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah, Deputi Bidang Informasi Hukum dan Kerjasama Bakamla Eko Susilo Hadi, dan dua anak buah Fahmi, Muhammad Adami Okta, dan Hardy Stefanus.

Adapun Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menetapkan Direktur Data dan Informasi Badan Keamanan Laut RI, Laksamana Pertama Bambang Udoyo sebagai tersangka di kasus yang sama, yang ditangani TNI. (Bisma Rizal/bus)