Senin, 18 Desember 2017 | 14:05 WIB
Korupsi
KPK Tetapkan Ketua DPRD Malang Tersangka Dua Kasus Suap
Jumat, 11 Agustus 2017 | 20:14 WIB
-

Skalanews - KPK tetapkan Ketua DPRD Kota Malang, M Arief Wicaksono sebagai tersangka dua kasus dugaan korupsi yang berbeda.

Pertama, Arief ditetapkan sebagai  tersangka karena diduga menerima uang Rp700 juta dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Jarot Edy Sulistyono.

"Diduga suap itu terkait pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (11/8).

Febri pun menambahkan, selain Arief pihaknya juga menetapkan Jarot sebagai tersangka karena diduga memberikan suap.

Sedang untuk perkara kedua, ungkap Febri, Arief diduga menerima suap berupa hadiah atau janji terkait penganggaran kembali proyek pembangunan Jembatan Kendung Kandang, dalam APBD Kota Malang Tahun Anggaran 2016 pada 2015.

Nilai proyek pembangunan jembatan tersebut yakni Rp98 miliar, yang dikerjakan secara multiyears tahun 2016 sampai 2018. Suap tersebut diduga diberikan oleh Komisaris PT ENK, Hendarwan Maruszaman.

Atas dua perkara korupsi tersebut, Arief disangkakan dengan Pasal 12 huruf a atau b, atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana.

Sedangkan untuk Jarot dikenakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b, atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHPidana.

Sementara Komisaris PT ENK Hendarwan selaku pemberi suap di perkara kedua yang melibatkan Arief, disangkakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b, atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana. (Bisma Rizal/bus)