Jumat, 24 November 2017 | 22:05 WIB
Korupsi
Farhat Abbas: Miryam Bukan Ditekan Penyidik KPK
Selasa, 5 September 2017 | 12:22 WIB
Farhat Abbas dan Elza Syarief - [Deni Hardimanyah/Skalanews]

Skalanews - Pengacara Farhat Abbas menyebutkan politikus Partai Hanura Miryam S Haryani tertekan oleh ancaman anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Hal itu berdasarkan cerita dari koleganya Elza Syarief, Miryam mendapat ancaman dari temannya sesama anggota DPR.

"Justru kalau cerita bu Elza, bu Yani (panggilan Miryam S Haryani) enggak tertekan sama KPK. Justru tertekan sama teman-teman di dewan," kata Farhat di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (4/9).

Ketika itu, Farhat menjadi saksi untuk terdakwa Miryam yang diduga memberikan keterangan tidak benar dalam persidangan korupsi proyek e-KTP.

Farhat menambahkan, Miryam pernah mendatangi kantor Elza untuk membicarakan kasus e-KTP. Kala itu, Miryam sempat mengutarakan niatnya mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Namun, kata Farhat, Elza yang mendengarkan cerita itu menasihati Miryam agar tak mencabut keterangannya dalam BAP. "Niat itu (Miryam mencabut BAP) sudah ada, tapi dinasehati jangan. Bu Elza bilang kayak gitu," tuturnya.

Dalam keterangan Miryam saat diperiksa penyidik KPK, anggota DPR dari Fraksi Hanura itu mengakui menerima uang dari proyek e-KTP dan kemudian diserahkan pada anggota DPR lainnya.

Namun saat bersaksi di persidangan terdakwa Irman dan Sugiharto, Miryam S Haryani mencabut seluruh BAP-nya. Dia mengklaim tertekan selama diperiksa penyidik KPK, sehingga memberikan keterangan ala kadarnya.

Farhat mengatakan, berdasarkan hasil diskusi dengan Elza, pencabutan BAP yang dilakukan Miryam itu ditenggarai karena ada tekanan dari anggota DPR terkait kasus korupsi e-KTP tersebut. Terlebih kerugian negara dalam proyek itu mencapai Rp2,3 triliun.

Selain karena adanya tekanan itu, Farhat menilai pencabutan BAP yang dilakukan Miryam untuk memutus mata rantai pemeriksaan yang telah dilakukan KPK. Apalagi, Miryam mengetahui banyak soal bagi-bagi uang korupsi e-KTP kepada anggota DPR lainnya.

"Jadi mereka berpikir kalau ini semua dicabut putus semua. Karena yang mengetahui aliran dana dan kepada siapa dibagikan itu Ibu Miryam. Makannya dia cabut," tutur Farhat.

Farhat kembali mengungkapkan, nama-nama yang diduga menekan Miryam, sebagaimana diceritakan Elza, di antaranya Ketua DPR Setya Novanto, anggota DPR Akbar Faizal dan Markus Nari, mantan anggota Komisi II DPR Chairuman Harahap dan Djamal Aziz.

Farhat memastikan sebagaimana cerita Elza tentang tekanan dari anggota DPR itu tidak ada nama lainnya. "Bu Miryam ceritakan ke bu Elza, tidak ada nama lain yang disebut di situ," tuturnya.

Elza saat dihadirkan sebagai saksi pada sidang Miryam sebelumnya membenarkan bila ada anggota DPR yang menekan Miryam. Namun terkait dengan Setnov, Miryam S Haryani merevisinya. Elza mengaku lupa apakah Setnov ada dalam pertemuan itu.(Bisma Rizal/dbs)