Sabtu, 18 November 2017 | 05:50 WIB
Korupsi
KPK Tahan Tersangka Suap Izin Amdal Transmart Cilegon
Minggu, 24 September 2017 | 00:40 WIB
ilustrasi -

Skalanews - KPK tahan para tersangka kasus dugaan suap izin Amdal pembangunan Transmart Cilegon yang ditetapkan setelah operasi tangkap tangan Jumat (22/9) kemarin.

Diantaranya, Wali Kota Cilegon, Tubagus Iman Aryadi (TIA), Kepala Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Kota Cilegon, Ahmad Dita Prawira (ADP) dan Hendry (H) sebagai pihak swasta.

Lalu manajer project PT Brantas Abipraya, Bayu Dwinanta Utama (BDU) serta Legal Manajer PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC), Eko Wandoro Dahlan (EWD).

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, kelimanya bakal ditahan di rumah tahanan yang berbeda.
"Untuk tersangka TIA di Rutan C1 KPK, kemudian ADP di Pomdam Jaya Guntur," ujar Febri saat dikonfirmasi wartawan, Jakarta, Sabtu (23/9).

Sedangkan EWD dan H di Rutan Polres Jakarta Pusat, BDU di Rutan  Polres Jakarta Timur. "Para
tersangka ditahan 20 hari pertama," tuturnya.

Seperti diketahui, KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Iman karena diduga menerima suap sebesar Rp1,5 miliar untuk menggeluarkan izin Amdal pembangunan Transmart Cilegon yang diinisiasi oleh PT KIEC dan pembangunannya dikerjakan oleh PT AB.

Sedangkan PT Trans Retail Property yang memegang lisensi Transmart, menurut Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, belum terlihat keterkaitannya. "Karena perizinan ini adalah kewenangan PT KIEC," ujarnya.

Namun, Basaria menyebutkan, jika pihaknya memang membutuhkan keterangan dari anak perusahaan CT Corp itu akan dipanggil. (Bisma Rizal/bus)