Kamis, 19 Oktober 2017 | 14:12 WIB
Korupsi
Ini Kata Irjen Kemendes PDTT Atas Tuntutan Jaksa KPK
Rabu, 11 Oktober 2017 | 21:05 WIB
Sugito - [Deni Hardimanyah/Skalanews]

Skalanews - Mantan Inspektur Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Sugito enggan berkomentar banyak soal tuntutan Jaksa KPK terhadap dirinya.

Dimana, ia bersama dengan Kepala Bagian Tata Usaha dan Keuangan Inspektorat Kemendes, Jarot Budi Prabowo dituntut pidana dua tahun penjara, dikurangi masa tahanan.

Dirinya pun meminta kepada wartawan untuk menanti sidang selanjutnya dengan agenda pembelaan atau pleidoi.

"Nanti saja kalau ada waktu pembelaan," katanya usai persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (11/10).

Dirinya juga enggan membongkar lebih lanjut siapakah yang paling bersalah dalam perkaranya. "Enggak ada yang mau dibongkar, bongkar apa lah," tuturnya singkat.

Selain menuntut pidana dua tahun penjara, jaksa juga menuntut terdakwa membayar denda. Sugito dituntut untuk membayar denda Rp250 juta subsider 6 bulan kurungan.

Sugito merupakan terdakwa pada kasus suap kepada dua auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas pemberian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) terhadap laporan keuangan Kemendes PDTT tahun 2016.

Dua auditor yang disuap yakni Rochmadi Saptogiri selaku Auditor Utama Keuangan Negara III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Ali Sadli, selaku Kepala Sub Auditorat III Auditorat Keuangan Negara.

Sugito yang didakwa bersama-sama dengan Jarot Budi Prabowo, diduga memberikan uang Rp 240 juta kepada dua pejabat BPK tersebut.

Selain itu untuk menentukan opini WTP, suap tersebut diduga untuk menutupi temuan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Kemendes pada 2015 dan Semester I 2016, sebesar Rp 550 miliar. (Bisma Rizal/bus)