Sabtu, 16 Desember 2017 | 16:07 WIB
Korupsi
Pengacara Terdakwa Sebut Kasus Cetak Sawah Sarat Rekayasa
Rabu, 11 Oktober 2017 | 22:56 WIB
Dahlan Iskan - [Deni Hardimansyah/Skalanews]

Skalanews - Kuasa Hukum Upik Rosalina Wasrin (mantan Dirut PT Sang Hyang Seri), Alfons Loemau menyebutkan ada yang unik dalam perkara dugaan korupsi cetak sawah yang menyeret kliennya sebagai terdakwa.  

Pasalnya, ketika kasus ini bergulir ditingkat penyidikan di Bareskrim Polri, pengacara mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, Harris Arthur Hedar melakukan penyuapan terhadap AKBP Brotoseno.

"Ini kan aneh klien kami tersangka tidak bikin apa-apa tetapi orang lain yang bukan tersangka menyuap aneh," ujarnya saat ditemui wartawan ketika istirahat persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (11/10).

Kemudian terkait dengan fakta persidangan yang terungkap hari ini, Alfonso menyebutkan, jika kesaksian mantan Deputi Industri Primer (IP) Kementerian BUMN, Megananda dan Kepala Bidang PKBL II Kementerian BUMN, Agus Suherman bahwa keputusan akhir cetak sawah ada ditangan Dahlan Iskan.

"Sidang tadi menunjukan tentang sebuah keputusan percetakan sawah, dimana lokasinya dan berapa biayanya itu keputusan menteri. Jadi Asisten Deputi tidak punya kewenangan apa-apa," ungkapnya.

Alfonso juga menyebutkan, bisa jadi perkara ini ada upaya rekayasa. "Dari kesaksian tadi, sebagai deputi menunjukan asdep itu bukan siapa-siapa tidak punya kewenangan apa-apa jadi ini rekayasa besar yang menjebak," tuturnya. (Bisma Rizal/bus)