Jumat, 15 Desember 2017 | 18:54 WIB
Korupsi
Kejagung Jerat Pegawai Pajak KPP Madya Jakpus dengan TPPU
Rabu, 11 Oktober 2017 | 23:48 WIB
-

Skalanews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung menjerat pegawai pajak KPP Madya Jakarta Pusat inisial AP dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). AP merupakan tersangka kasus dugaan penerimaan suap (gratifikasi) terkait dengan penjualan faktur pajak.

"Hari ini atas arahan pak Jampidsus diterbitkan Sprindik (Surat Perintah Penyidikan) TPPU atas nama tersangka AP," kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Warih Sadono di gedung bundar Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (11/10)

Terhadap AP dijerat TPPU karena penyidik menemukan adanya fakta uang hasil suap yang diterima dari sejumlah perusahaan l dibelanjakan untuk kepentingan pribadi.

"Kita menemukan alat bukti bahwa uang yang diterimanya dibelikan benda-benda atas nama orang lain," papar Warih

Benda- benda tersebut seperti kendaraan dan lain sebagainya. Ketika ditanyakan, apakah AP membeli barang tersebut dengan memakai nama anggota keluarganya, Warih ogah menjawab lebih rinci.

"Itu pokok perkara," dalihnya.

Sementara itu terkait pemberi suap terhadap AP, dipastikan Warih pihaknya sudah melakukan penelusuran. Bahkan penyidikan sudah dijalankan.

"Sudah penyidikan. Masih penyidikan umum," pungkas Warih menegaskan pihaknya masih memburu pihak pemberi suap tersebut.

Dalam perkara ini, sebelumnya penyidik telah menetapkan tersangka mantan PNS Direktorat Jenderal Pajak, KPP Madya Jakarta Selatan periode Januari 2007 hingga November 2013, berinisial JJ.

JJ sebelumnya merupakan anak buah AP. Keduanya diduga melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. (Frida Astuti/bus)