Kamis, 19 Oktober 2017 | 14:03 WIB
Korupsi
Kelompok Kerja pada BKKBN Diperiksa Kejagung
Kamis, 12 Oktober 2017 | 05:37 WIB
BKKBN -

Skalanews - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung pada Rabu (11/10) memeriksa lima saksi terkait kasus dugaan korupsi Pengadaan KB II Batang Tiga Tahunan Plus Inserter Tahun Anggaran 2014-2015 pada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional RI (BKKBN).

Lima saksi yang diperiksa merupakan Kelompok Kerja pada BKKBN RI. Mereka yakni Herlin Isambarwati selaku Ketua Kelompok Kerja dan empat anggotanya, Purwo Evalianto (Sekretaris), Mei Sasiwi Haryanti, Ninik Sidik Handayani dan Pembangunan Gultom.

"Sekitar pukul 10.00 Wib telah hadir saksi memenuhi panggilan Penyidik dan dilakukan pemeriksaan," kats Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung M Rum kepada wartawan.

Hingga saat ini penyidik telah memeriksa Saksi sebanyak 36 orang dan Ahli sebanyak 1 orang.

Adapun tersangka masih empat orang yakni Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty, inisial YW selaku Dirut PT Triyasa Nagamas Farma, lalu LW selaku Direktur PT Djaja Bima Agung dan KT selaku Kasi Penyediaan Sarana Program (Mantan Kasi Sarana Biro Keuangan BKKBN)

"Bahwa perhitungan sementara kerugian negara diperkirakan mencapai kurang lebih senilai Rp 27.940.161.935,40," tutupnya. (Frida Astuti/bus)