Kamis, 19 Oktober 2017 | 13:57 WIB
Korupsi
KPK Dukung Pembentukan Densus Tipikor Polri
Jumat, 13 Oktober 2017 | 18:06 WIB
Laode M Syarif - [deni hardimansyah/skalanews]

Skalanews - Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mendukung pembentukan Datasemen Khusus Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) oleh Polri.

Menurutnya, Densus Tipikor dapat membantu KPK dalam menangani kasus korupsi. Sebagaimana, ia sudah bicara banyak dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Soal Densus Tipikor, kami sudah banyak bicara dengan Pak Kapolri. KPK mendukung soal Densus Tipikor itu dan mudah-mudahan dengan makin banyak yang menangani, korupsi di Indonesia akan tertangani dengan baik," ujar Syarief, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (13/10).

Dirinya pun menyebutkan, jika Densus Tipikor bukan sebagai kompetitor KPK. Karena, nantinya KPK bakal fokus pada kasus-kasus besar.

"Karena memang sekarang dengan Undang-Undang itu KPK harus ada syaratnya, satu melibatkan penyelenggara negara. Kedua, (kerugian negara) harus di atas Rp1 miliar," kata Syarif.

"Jadi kalau yang kecil-kecil itu walaupun kita dapat informasinya, kami serahkan ke Polri. Mudah-mudahan dengan yang khususnya ke Polri ini, yang Densus ini, yang masif di mana-mana, yang kecil, bisa tertangani dengan baik," tambahnya.

Dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR, Kamis (12/10) kemarin, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian sudah memaparkan soal konsep Densus Tipikor.

Anggaran untuk membentuk Detasemen Khusus (Densus) Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Polri mencapai sekitar Rp2,6 triliun.

Tito merinci, anggaran tersebut termasuk untuk belanja pegawai 3.560 personel sekitar Rp786 miliar, belanja barang sekitar Rp359 miliar dan belanja modal Rp 1,55 triliun.

Pembentukan Densus ini juga pernah diutarakan oleh Ketua Pansus Hak Angket KPK, Agun Gunadjar sebagaimana, hasil akhir dari Pansus tersebut membentuk lembaga tandingan KPK. (Bisma Rizal/bus)