Sabtu, 25 November 2017 | 08:55 WIB
Korupsi
Ade Komarudin dan Jafar Hafsah Bersaksi untuk Sidang Proyek e-KTP
Senin, 16 Oktober 2017 | 15:58 WIB
Ade Komarudin - [Deni Hardimanyah/Skalanews]

Skalanews - Jaksa KPK menghadirkan beberapa politisi Senayan dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP).

Diantaranya, anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Ade Komarudin; mantan Anggota DPR RI periode 2009-2013 Taufiq Effendi; mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat Mohammad Jafar Hafsah; dua orang pihak swasta, Heldi alias Ipon, dan Farhati.

Kelimanya bersaksi dalam persidangan untuk terdakwa Andi Agustinus atau Andi Narogong yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (16/10).

Dalam persidangan sendiri, Majelis Hakim mencecar beberapa hal terkait dengan penerimaan uang baik kepada Ade dan Jafar. Sebagaimana, keduanya masuk dalam putusan pengadilan terhadap dua terdakwa mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto.

Menurut majelis hakim, kedua anak buah mantan Mendagri Gamawan Fauzi itu telah menguntungkan diri sendiri, orang lain dan korporasi.

Salah satunya, keduanya diyakini menguntungkan politisi Partai Golkar Ade Komarudin sebesar 100.000 dolar AS. Dalam persidangan, Irman dan Sugiharto juga pernah mengakui ada uang yang diberikan kepada Ade Komarudin.

Sementara itu, Jafar Hafsah mengaku menerima uang 100.000 dolar AS dan digunakan untuk membeli satu unit Toyota Land Cruiser.

Namun, ia mengaku tidak mengetahui bahwa uang tersebut terkait proyek e-KTP. Kepada majelis hakim, Jafar mengaku telah menyerahkan uang setara Rp1 miliar tersebut kepada penyidik KPK.

Dalam kasus ini, Andi Narogong didakwa telah merugikan negara sebesar Rp 2,3 triliun dalam proyek e-KTP. Menurut jaksa, Andi diduga terlibat dalam pemberian suap terkait proses penganggaran proyek e-KTP di DPR RI, untuk tahun anggaran 2011-2013.

Selain itu, Andi berperan dalam mengarahkan dan memenangkan Konsorsium PNRI menjadi pelaksana proyek pengadaan e-KTP. Andi diduga mengatur pengadaan proyek e-KTP bersama-sama dengan Setya Novanto. (Bisma Rizal/Bus)