Jumat, 24 November 2017 | 22:04 WIB
Korupsi
Made Oka Diminta Mengingat Siapa yang Suruh Terima Uang Johannes
Sabtu, 11 November 2017 | 06:28 WIB
Made Oka Masagung - [antara/wahyuputro]

Skalanews - Ketua Majelis Hakim John Halasan Butar-butar menuntut beberapa hal kepada mantan bos Toko Gunung Agung, Made Oka Masagung. Seperti mengingat soal siapakah yang menyuruhnya menerima uang dari Johannes Marliem.

Hal itu sebagaimana dalam persidangan perkara dugaan korupsi proyek e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (10/11).

Made Oka yang bersaksi untuk terdakwa Andi Agustinus atau Andi Narogong itu lebih banyak menjawab lupa dan tidak tahu. Seperti penerimaan uang 1,8 juta dolar AS dari Johannes melalui rekening Bank milik Made Oka yang ada di Singapura.

"Saya tidak tahu bingung juga (menerima uang tersebut)," tutur Made Oka.

Namun, Jaksa KPK menjawab, bagaimana bisa bingung dan tidak tahu sebab selang sehari uang transfer masuk, Oka melakukan beberapa kali penarikan uang tersebut. Misalnya saja dia mengambil 100.000 dolar AS, keesokan harinya dan 200.0000 dolar AS pada 18 Juni 2012 dan kemudian mencairkan lagi 800.000 dolar AS.

"Kalau nominalnya kecil saksi melakukan transfer, sedangkan bila nominalnya besar saksi mengunakan check, ini emang ada yang menyuruh," tanya Jaksa KPK.

Oka pun menjawab, tidak ada yang menyuruh. Namun, ia juga bingung mengapa menarik uang sebesar tersebut. "Saya juga bingung pak Jaksa," tuturnya.

Mendengar hal itu, Hakim John pun meminta kepada Made Oka untuk berlaku jujur. "Saksi tolong yah dapat membantu persidangan ini karena saksi dimintai keterangan di sini bukan untuk main-main," tutur Hakim John menegur.

Hakim John pun menambahkan, apabila semua pertanyaan Jaksa KPK ditulis apakah Oka dapat mengingatnya pada Sidang Senin (13/11) mendatang.

"Saya harap saksi dapat hadir dalam persidangan nanti dan jaksa sekalian hadirkan beberapa pihak yang terkait dengan saksi," pinta Hakim John.

Salah satu pihak yang diminta hakim John untuk juga dihadirkan adalah mantan Ketua Komisi II DPR RI Chairuman Harahap. "Tolong pak Jaksa ini saksi yang pertama kali pak Chairuman bisa dihadirkan agar kita dapat fakta yang utuh," pinta Hakim John lagi.

Karena, Made Oka mengaku mengenal Setya Novanto dari Chairuman pada tahun 90an. "Saya ikut pak Chairuman ketika itu aktif di Kosgoro," jelasnya.

Bahkan Oka juga mengakui, sering ke rumah Setya Novanto. Namun, ketika dicecar bersama siapakah dan apakah yang dibicarakan, Oka mengaku, hanya perbincangan biasa.

Ia juga menjelaskan  jika pada tahun 90an Setya Novanto sempat menjabat sebagai Direktur PT Gunung Agung. "Saat ini saya menjual saham Gunung Agung ke PT Kosgoro dan Kosgoro menetapkan pak Setya Novanto sebagai Direktur," tuturnya. (Bisma Rizal/bus)