Sabtu, 25 November 2017 | 08:44 WIB
Korupsi
Kejagung Tolak Pemohonan Penangguhan Penahanan Kepala BKKBN?
Senin, 13 November 2017 | 22:25 WIB
Surya Chandra Surapaty - [Frida Astuti/Skalanews]

Skalanews - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional RI (BKKBN) Surya Chandra Surapaty diketahui mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung.

Tersangka kasus dugaan korupsi Pengadaan KB II Batang Tiga Tahunan Plus Inserter Tahun Anggaran 2014-2015 itu diketahui ditahan penyidik pada Rabu (8/11) lalu.

Jaksa Agung HM Prasetyo mengaku pihaknya akan mengkaji dulu soal permohonan yang diajukan Surya melalui kuasa hukumnya yang baru dilayangkan pada Jumat (10/11) pekan lalu.

"Ya kita kaji dulu. Apa alasannya penangguhan penahanan," kata Prasetyo di gedung Badiklat Kejagung, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (13/11).

Kejaksaan mengaku khawatir apabila penangguhan penahanan dikabulkan maka akan mempersulit proses penyidikan nantinya. Contohnya, saat seorang tersangka mengajukan permohonan penangguhan penahanan dengan alasan sakit.

"Mungkin nanti ngaku sakit, kita punya rumah sakit. Kita akan cek di rumah sakit kita bener sakit enggak. Kita tentu nggak mau dibohongi," akunya.

Menurut Prasetyo setiap upaya penahanan yang dilakukan penyidik pastilah sudah memiliki alasan dan pertimbangan yang kuat.

"Antara lain supaya terhindar dari kemungkinan menghilangkan barang bukti ataupun mempengaruhi saksi-saksi. Itu selalu menjadi dasar mengapa penyidik jaksa melakukan upaya paksa penahanan," pungkasnya.

Terpisah Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Warih Sadono menegaskan pihaknya akan menolak permohonan tersebut. "Ditolak," singkat Warih. (Frida Astuti/bus)