Senin, 20 November 2017 | 00:42 WIB
Korupsi
KPK Periksa Kabiro Perum Perhutani Terkait Korupsi Pupuk Urea
Selasa, 14 November 2017 | 14:04 WIB
-

Skalanews - KPK memeriksa dua Kabiro Perum Perhutani terkait dengan kasus dugaan korupsi pengadaan pupuk urea tablet di Perhutani Unit I Jawa Tengah pada periode 2010-2011.

Keduanya adalah, Kepala Biro Pembinaan Sumber Daya Hutan Perum Perhutani Unit 1 Jawa Tengah periode 2010-2011, Bambang Wuryanto dan Kepala Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah Periode 2010-2011 Heru Siswanto.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah keduanya diperiksa sebagai tersangka. "Keduanya diperiksa sebagai tersangka," ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Jakarta, Selasa (14/11).

Khusus untuk Bambang sendiri, KPK sudah menahannya sejak Jumat (4/8) lalu.

Dalam kasus korupsi ini, KPK telah menetapkan lima tersangka termasuk Bambang dan Heru. Kemudian, Direktur Utama PT Berdikari periode 2010-2012 Asep Sudrajat Sanusi.

Sedangkan, untuk pengadaan pupuk urea tablet periode 2012-2013, penyidik KPK menetapkan dua tersangka.

Mereka adalah Direktur Utama PT Berdikari Persero periode 2012-2013 Librato El Arif dan Kepala Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah periode 2012-2013 Teguh Hadi Siswanto.

Kelima orang tersangka itu diduga melakukan perbuatan melawan hukum dan menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau sebuah korporasi dalam kegiatan pengadaan pupuk urea tablet di Perum Perhutani unit I Jawa Tengah.

Dalam kasus tersebut, negara terindikasi mengalami kerugian sebesar Rp10 miliar yang diduga mengalir ke pihak individu dan korporasi.

Perkara ini merupakan pengembangan dari perkara dugaan korupsi pengadaan pupuk di PT Berdikari Persero.

Mereka yang telah mendapat vonis pengadilan yakni Komisaris CV Timur Alam Raya Sri Astuti dan Direktur Utama CV Jaya Mekanotama Aris Hadiyanto ditahan KPK sejak Senin (22/8).

Mantan Direktur Keuangan PT Berdikari Siti Marwah divonis 4 tahun penjara dan membayar denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan oleh Majelis Hakim pada Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/12).

Siti terbukti menerima fee sebesar Rp2,2 miliar terkait kesepakatan jual-beli pupuk urea dari sejumlah perusahaan rekanan PT Berdikari.(Bisma Rizal/dbs)


  
  
TERPOPULER
Index +