Senin, 20 November 2017 | 00:42 WIB
Korupsi
Tersangka Buron, Berkas Perkara Penjualan Aset Pertamina Sudah P21
Selasa, 14 November 2017 | 14:45 WIB
Bareskrim Polri -

Skalanews - Kejaksaan Agung menyatakan berkas kasus dugaan korupsi pelepasan aset milik tersangka Senior Vice Presiden (SVP) Asset Management PT Pertamina, Gathot Harsono telah lengkap (P21).

Hal tersebut dibenarkan oleh Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri Kombes Indarto saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (14/11).

"Kasus dugaan korupsi aset Pertamina berupa lahan di Simprug, sudah dinyatakan P21 oleh Kejaksaan Agung. Terima suratnya kemarin (13/11). Tapi tertulis dalam surat, P21 sejak tanggal 10," paparnya.

Usai dinyatakan lengkap, disambung Indarto pihaknya akan segera melimpahkan tahap dua, tersangka dan barang bukti ke Kejagung. Namun sayangnya tersangka Gathot belum ditemukan.

"Kami akan segera lakukan pelimpahan tahap dua namun terkendala karena tersangka atas nama Gathot masih DPO (Daftar Pencarian Orang)," sambungnya.

Pada kesempatan ini, Indarto mengimbau kepada tersangka agar menyerahkan diri. Selain itu masyarakat yang mengetahui keberadaan tersangka Gathot untuk menginformasikan kepada pihaknya.

"Terakhir, kami peringatkan bagi siapapun yang membantu tersangka dalam pelariannya, atau membantu menyembunyikan tersangka, akan kami pidanakan," pungkasnya.

Dalam perkara ini penyidik baru menetapkan Gathot sebagai tersangka. Kasus bermula saat perusahaan pelat merah itu menjual asetnya yakni berupa tanah seluas 1.088 meter persegi di kawasan Simprug, Jakarta Selatan pada tahun 2011 silam kepada Mayjen TNI (Purn) Haposan Silalahi senilai Rp1,16 miliar.

Padahal harga NJOP tanah saat itu sebesar Rp9,65 miliar. Namun berselang 2,5 bulan kemudian, atau pada 27 Desember 2011 Haposan menjual kepada pihak ketiga yaitu Lydia Swandajani Setiawati seharga Rp10,49 miliar. Dalam laporan hasil audit BPK, jumlah kerugian negara kasus ini mencapai Rp40,9 miliar.(Frida Astuti/dbs)


  
  
TERPOPULER
Index +