Sabtu, 25 November 2017 | 08:40 WIB
Korupsi
Wakil Bendum Golkar Dicecar Soal Percakapan dengan Farhat Abbas
Selasa, 14 November 2017 | 21:21 WIB
Gedung KPK -

Skalanews - Wakil Bendahara Umum Partai Golkar Zulhendri Hasan mengakui dicecar penyidik KPK soal percakapannya dengan pengacara Farhat Abbas.

Percakapan itu terkait dengan upaya pengurus partai Golkar bidang hukum Rudi Alfonso yang membujuk saksi kasus dugaan korupsi proyek e-KTP Miryam S Haryani.

"Betul dikonfirmasi tapi saya sampaikan bahwa percakapan saya dengan Farhat Abbas itu tidak terlepas dari saudara Farhat Abbas pernah menghubungi saya beberapa hari setelah rapimnas Golkar yang kedua di Balikpapan," tuturnya saat ditemui wartawan di Gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (14/11).

Zulhendri menambahkan, dalam Rapimnas tersebut Ketua Umumnya, Setya Novanto menyatakan, aman seratus persen dalam korupsi e-KTP.

"Pak Novanto menyatakan kepada seluruh kader partai Golkar bahwa beliau clean and clear dijamin 100 persen tidak terlibat dalam kasus e-KTP," jelasnya.

Kemudian, terkait dengan upaya Rudi Alfonso membujuk Miryam, Zulhendri menyebutkan, tidak ada percakapan tersebut.

"Saya tidak pernah berbicara seperti itu, itu adalah pernyataan saudara Farhat ke saya diputar balik seolah-olah saya yang bicara," tuturnya.

Dirinya juga menyebutkan, telah menghubungi Farhat ketika pernyataannya menjadi pemberitaan. "Ketika ada berita di beberapa media, termasuk di link itu saya sampaikan melalui WA (Whats App) dengan saudara Farhat, ini kenapa ini begini?"

"Lalu dia (Farhat) jawab begini 'eh sobat saya tetap idealis sama dengan sobat katanya' lalu kalo anda idealis kenapa beritanya seperti ini," tuturnya.

Rudi sendiri pernah diperiksa oleh KPK untuk perkara yang sama yakni, dugaan menghalang-halangi proses persidangan korupsi e-KTP dengan tersangka Markus Nari.

Dalam berbagai kesempatan, Rudi pun membantah telah membujuk Miryam untuk mencabut BAP.(Bisma Rizal/dbs)