Jumat, 15 Desember 2017 | 19:06 WIB
Korupsi
Kasus Cetak Sawah, Hakim: Banyak Pihak yang Terkait
Rabu, 6 Desember 2017 | 22:53 WIB
Pengadilan Tipikor - [deni hardimansyah/skalanews]

Skalanews - Majelis Hakim, Diah Siti Basari menyebutkan terjadinya dugaan korupsi atas program cetak sawah dalam Program Bina Lingkungan BUMN 2012-2014 tidak hanya kesalahan mantan Direktur Utama PT Sang Hyang Seri, Upik Rosalina Wasrin.

Hal itu diungkapkan hakim untuk membantu memberikan jawaban saksi ahli dari Jaksa Penuntut Umum yang merupakan Auditor BPK Ahmad Zubaidi.

Diawali dari pertanyaan tim Kuasa Hukum Upik Rosalina yang mencecar Ahmad Zunaidi, mengapa sebagai auditor BPK bisa menentukan pihak yang salah.

"Ini dalam laporan audit anda disebutkan jika pihak-pihak yang diduga melakukan tindak pidana korupsi bagaimana anda menilai ini," ujar Bobby Hendra Sinulingga, salah satu anggota tim Kuasa Hukum Upik, pada persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (6/12).

"Ini bukan menyalahkan tetapi ini para pihak-pihak terkait yang menyebabkan kerugian keuangan negara seperti Agus, Suherman, Dahlan Iskan," jelas Ahmad Zubaidi.

Mendengar hal tersebut, hakim Diah yang memimpin persidangan menyela agar tidak terjadi perdebatan.

"Ini kan bukan soal salah menyalahkan tetapi menjelaskan pihak terkait artinya pekerjaan ini tidak hanya dilakukan oleh Upik," tutur Hakim Diah.

Sementara itu, dalam keterangannya Ahmad menyebutkan, bahwa proses audit terhadap proyek cetak Sawah berdasar pada data penyidik. Data-data dari penyidik dianalisis oleh BPK. Tim BPK Juga turun ke lapangan pada tahun 2015 - 2016. Sedangkan proyek cetak Sawah terjadi pada tahun 2012 - 2013.  

Lalu, Ahmad Zubaidi pun menyebutkan, BPK menghitung secara global terhadap proses dari mulai perencanaan hingga pelaksanaan cetak Sawah. Namun dalam auditnya menurut Ahmad tidak melakukan proses konfirmasi kepada para pihak yang diauditnya. "Semua, kita tanyakan melalui penyidik," jelas Ahmad Zubaidi. (Bisma Rizal/bus)