Jumat, 15 Desember 2017 | 19:18 WIB
Korupsi
Andi Narogong Telah Ajukan Justice Collaborator
Kamis, 7 Desember 2017 | 16:02 WIB
Andi Agustinus [Andi Narogong] - [Deni Hardimanyah/Skalanews]

Skalanews - Terdakwa dugaan korupsi e-KTP Andi Agustinus telah mengajukan justice collaborator (JC) kepada KPK.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, pengusaha yang diduga dekat dengan Ketua DPR RI Setya Novanto itu sudah mengajukan JC sejak September lalu.

"KPK telah menerima permohonan terd Sejak saat itu sejumlah hal dipertimbangkan, seperti apakah terdakwa koperatif dan mengakui perbuatannya, konsistensi di persidangan hingga membuka peran aktor yang lebih tinggi," ujarnya saat ditemui wartawan, Jakarta Selatan, Kamis (7/12).

Namun, untuk mengupas tuntas korupsi triliunan rupiah itu pengakuan Andi dapat menjadi alat bantu. Sehingga kata Febri, hal ini layak untuk dipertimbangkan sebagai dasar penyusunan berkas tuntutannya.

"Karena hingga saat ini seluruh terdakwa kasus e-KTP yang diajukan ke persidangan telah mengajukan diri sebagai JC dan mengakui perbuatannya, bahkan 2 di antaranya telah mengembalikan uang ke KPK," kata Febri.

KPK telah memproses 3 orang terdakwa dalam kasus yang diduga merugikan negara hingga Rp2,3 triliun ini. Mereka adalah Irman dan Sugiharto dari unsur Kementerian Dalam Negeri, serta Andi Agustinus atau Andi Narogong dari unsur swasta.

Permintaan JC Irman dan Sugiharto sendiri telah dikabulkan KPK. Namun, permohonan ini dipatahkan hakim, yang memutus keduanya sebagai pelaku utama di tingkat banding. KPK pun memperjuangkan kembali ke tingkat kasasi.

Sementara itu Andi direncanakan menjalani sidang pembacaan tuntutan sore ini.

"Kami ingatkan juga bahwa jika posisi JC dikabulkan hingga di pengadilan, maka nantinya hal tersebut akan menguntungkan terdakwa karena dapat menjadi pertimbangan yang meringankan dan mendapatkan hak jika diputus bersalah seperti remisi dan pembebasan bersyarat sesuai aturan yang berlaku. Bagi penanganan perkara pokok, hal ini juga bagus karena dapat membongkar pelaku yang lebih besar," tutur Febri.

Dalam sidang terakhir Andi pekan lalu, Kamis (30/11), Andi telah membongkar keterlibatan tersangka Setya Novanto dalam pengaturan ptoyek e-KTP. Mulai dari pertemuan yang diatur di rumahnya dan beberapa tempat lain, serta pengaturan anggaran ke anggota DPR.(Bisma Rizal/dbs)