Sabtu, 18 November 2017 | 05:53 WIB
Belanda Berminat Investasi Listrik Arus Laut di Selat Gonsalu NTT
Selasa, 12 Januari 2016 | 16:13 WIB
Ilustrasi: Selat Gonsalu - mediakonstruksintt.com

Skalanews - Konsorsium Belanda berminat berinvestasi di bidang pengembangan potensi energi listrik arus laut Selat Gonsalu di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

"Pemerintah Provinsi NTT sudah melakukan pertemuan dengan konsorsium di Belanda pada akhir Desember 2015. Tim lengkap dari Belanda akan tiba di NTT pada 1-5 Februari 2016. Tim ini akan meninjau lokasi di Larantuka," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum NTT, Andre Koreh, di Kupang, Selasa.

Selat Gonsalu terletak di antara Flores Timur daratan dengan Pulau Adonara.

Dari hasil survei awal diketahui arus Selat Gonsalu memiliki kekuatan 2,5 meter per detik pada bulan gelap dan 3,5 meter per detik pada bulan purnama. Pengaruh gravitasi Bulan "menarik" permukaan laut di Bumi.

"Di Indonesia ini ada 12 titik arus yang bisa dijadikan sebagai pembangkit energi listrik, dan Selat Gonsalu merupakan yang terbaik," katanya.

Bahkan para ahli Turbin di Belanda mengatakan arus Selat Gonsalu mampu menghasilkan listrik 300 MegaWatt.

Andre menambahkan sebelum tim lengkap dari Belanda ke NTT, pihaknya akan melakukan pertemuan terlebih dahulu dengan Menteri ESDM, Sudirman Said, untuk membahas masalah itu.

Masalah penting yang akan dibahas bersama adalah berkaitan dengan perlunya peraturan pemerintah tentang tarif listrik tenaga arus.

"Peraturan perundang-undangan kita belum mengatur tarif listrik tenaga arus. Peraturan hanya mengatur tentang tarif listrik tenaga batu bara, diesel, tenaga uap, maupun Matahari," katanya.

Peraturan itu diperlukan agar konsorsium Belanda dapat menggunakannya sebagai acuan dalam menyiapkan rencana investasi.

"Sebenarnya dalam pekan ini sudah ada pertemuan tetapi karena Menteri ESDM sedang berada di luar Jakarta sehingga ditunda," kata Andre. (ant/tat)