Kamis, 27 April 2017 | 10:18 WIB
Gubernur Riau Lantik 1.300 Pejabat di Stadion Tanpa Listrik
Kamis, 12 Januari 2017 | 02:33 WIB
Arsyadjuliandi Rachman - [ist]

Skalanews - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman melantik 1.300 pejabat eselon III dan IV di Stadion Utama Riau dalam Kota Pekanbaru, Rabu (11/1) malam, dengan kondisi penerangan seadanya karena tidak ada listrik di arena tersebut.

Pelantikan sempat molor dari jadwal pada pukul 13.00 WIB tanpa alasan yang jelas, dan baru dimulai sekitar pukul 16.00 WIB. Proses pelantikan berlangsung sangat lama karena pembacaan nama dan jabatan 1.300 pejabat eselon tersebut memakan waktu lebih sekitar tiga jam.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi (Andi) Rachman akhirnya baru bisa melakukan pelantikan sekitar pukul 20.00 WIB dengan kondisi stadion gelap. Sebabnya, stadion bekas pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII-2012 itu sudah lama tak digunakan sehingga aliran listrik belum tersedia lagi.

Akibatnya, panitia pelantikan terpaksa bersiasat dengan menjejerkan semua mobil berpelat merah ke arah gubernur dari sisi kanan-kiri. Kemudian seluruh lampu mobil dinyalakan untuk memberikan penerangan seadanya.

Meski dalam kondisi serba terbatas, Gubernur Riau memberikan arahan tegas kepada 1.300 pejabat eselon III dan IV untuk bekerja dengan serius. Dalam pidatonya, Andi Rachman mengatakan pertimbangan mutasi tersebut adalah untuk memberlakukan Peraturan Pemerintah 18 tahun 2016 Perangkat Daerah, penyegaran, pembinaan dan regenerasi, serta apresiasi kinerja atau pengabdian.

Menurut Andi, prinsip utama penempatan jabatan adalah integritas pribadi, kompetensi dan kualifikasi aparatur sipil negara, profesionalitas. "Tidak berdasarkan suka atau tidak suka, koneksi, apalagi transaksional," katanya.

Andi mengibaratkan organisasi perangkat daerah (OPD) yang baru layaknya sebuah rumah besar, dan harus merupakan satu kesatuan yang utuh dan integral. Karenanya, program dan kegiatan harus saling terintegrasi.

"Demikian juga, pada hakikatnya ASN Pemprov Riau, merupakan satu keluarga besar. Karenanya, ASN harus tahu dan memahami setiap kebijakan pimpinan dan program pembangunan yang dilakukan. Antara lain, komitmen untuk menegakkan integritas dan profesionalitas pelayanan publik, tekad Riau the Homeland of Melayu, tranparansi melalui e-government, dan lain sebagainya," tegas Andi.

Andi menekankan bahwa tema pelantikan ini adalah komitmen melaksanakan semangat antikorupsi, integritas wajib ditegakkan dan dijalankan dalam semua hal, khususnya pada pelayanan publik. ASN Pemprov Riau harus menjadi contoh dan teladan mewujudkan integritas.

"Jangan ada lagi praktik korupsi pelaksanan program maupun proyek di SKPD. Tidak ada tawar menawar, sanksi dan aturan hukum akan dijalankan secara tegas," katanya.

Bahkan, ia mengatakan filosofi kenapa semua pejabat yang dilantik menggunakan baju muslim warna putih, adalah sebagai simbol, sekaligus bentuk nyata bersih hati, tegak integritas, kerja profesional untuk Riau dan Indonesia tangguh.

"Menghilangkan eksklusifisme ASN dan membudayakan kesederhanaan serta menyatu dengan rakyat, religius, dan merakyat," katanya.

Ia meminta semua pegawai Pemprov Riau untuk selalu bekerja secara optimal, dan prestasi nasional yang telah diraih selama tahun 2016, dijadikan motivasi dan pemicu untuk lebih baik lagi di tahun-tahun berikutnya.

"Mari wujudkan Riau Prioritas, yang artinya rindu integritas anak Melayu yang profesional, religius dan berintegritas. Melalui kesantunan, kesederhanaan dan keikhlasan ASN Melayu-Riau," tegas Andi Rachman. (bus/ant)