Jumat, 24 Maret 2017 | 15:09 WIB
Aksi Bela Rakyat 121, HMI Bakar Ban di DPRD Pamekasan
Kamis, 12 Januari 2017 | 14:47 WIB
-

Skalanews - Puluhan mahasiswa HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Cabang Pamekasan, Madura, membakar ban bekas di depan gedung DPRD setempat. Saat yang sama terjadi ketegangan antara mahasiswa dengan polisi yang hendak memadamkan api. Mahasiswa mengusir polisi, namun polisi tak bergeming menyemprotkan busa pemadam api.

Begitu api mulai padam, mahasiswa kembali menyiramkan bahan bakar lalu menyalakan api. Walhasil, asap hitam pekat membumbung tinggi dan sebagian asap hitam menyeruak kedalam ruangan gedung DPRD Pamekasan. Itulah sebagian gerakan HMI saat menggelar Aksi Bela Rakyat 121.

Aksi bakar ban bekas itu dipicu dengan tidak hadirnya Bupati Pamekasan, Ahmad Syafii, Ketua DPRD, Halili Yasin dan Manajer Area PLN Pamekasan.

"Sevelum kami berdemo ke gedung dewan ini, kami telah berkirim surat pada pimpinan dewan agar menghadirkan bupati, ketua dewan dan manajer PLN area Pamekasan. Namun, tidak ditepati. Bahkan, hanya tiga orang anggota dewan saya yang menemui kami. Ini pelecehan pada mahasiswa," seru Chairul Umam, Ketua Cabang HMI Pamekasan, Kamis (12/1).

Dalam aksinya itu, HMI Cabang Pamekasan melontarkan 4 pernyataan sikap. Pertama, menolak PP Nomor 60/2016 tentang jenis tarif PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak), menolak kenaikan BBM, menolak kenaikan tarif dasar listri 900 VA, dan Jokowi harus mundur dari jabatannya sebagai Presiden RI.

Untuk pengamanan, Kabag Ops Polres Pamekasan, Komisaris Polisi Sarpan menerjunkan satu kompi anggota Sabhara. "Satu kompi anggota Sabhara saya terjunkan untuk mengamankan aksi demo HMI tersebut," kata Sarpan.

Bentrok Dengan Polisi

Sementara aksi mahasiswa HMI Cabang Kabupaten Bangkalan, diwarnai bentrok fisik antara mahasiswa dengan polisi. Bentrokan diawali dengan aksi mahasiswa yang memaksa masuk gedung DPRD setempat untuk mengajak legislator berjalan kaki menuju Kantor Bupati Bangkalan.

Melihat mahasiswa memaksan menerobos gedung dewan, sejumlah polisi yang berjaga langsung mengusir mahasiswa. Saat itupula ada perlawanan mahasiswa dan bentrokan fisik tak terhindarkan.

Ketua Cabang HMI Bangkalan, Angga Dwi Arifardi, sempat diamankan polisi namun akhirnya dilepaskan kembali setelah puluhan mahasiswa HMI kembali tenang dan kondusif.

Aksi yang sama juga dilakukan puluhan mahasiswa di Kabupaten Sampang. Kelompok mahasiswa yang menamakan diri Formasa (Forum Mahasiswa Sampang. Kelompok mahasiswa itu mendemo gedung DPRD yang berhadapan dengan kantor Bupati Sampang.

"Kenaikan harga bahan pangan tak terhindarkan. Daya beli rakyat makin rendah. Pemerintah harus menurunkan harga, termasuk bea adiminsitrasi STNK, tarif listrik 900 VA dan usir tenaga kerja asing yang mulai menyerbu Indonesia," tandas Abdul Azis, Ketua Formasa.

Aksi di tiga kabupaten di Madura itu, seluruhnya berakhir damai. Mahasiswa kembali ke kampusnya masing-masing dengan pengawalan polisi.(Anang Adriyanto/dbs)