Senin, 20 November 2017 | 00:29 WIB
PN Kudus: Sidang Tilang Tak Perlu Hadir Cukup Cek Website
Selasa, 25 April 2017 | 08:16 WIB
Sidang/ilustrasi - [deni hardimansyah/skalanews]

Skalanews - Masyarakat di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang melakukan pelanggaran lalu lintas mendapat kemudahan mengecek sidang tilang di Pengadilan Negeri setempat sudah disidangkan atau belum, cukup melalui website, kata juru bicara PN Kudus Moch Nur Azizi.

"Selain tidak perlu datang ke PN Kudus untuk mengikuti persidangan, kini masyarakat juga bisa mengecek kasus tilang yang dialaminya sudah disidangkan atau belum cukup dengan membuka website PN Kudus dengan alamat PN Kudus," ujarnya di Kudus, Senin (24/4).

Melalui website tersebut, katanya, masyarakat bisa mengetahui hasil putusannya, termasuk besarnya denda yang harus dibayarkan.

Untuk mengambil barang yang dititipkan serta denda, katanya, pelanggar bisa mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Kudus.

Jumlah total pelanggaran lalu lintas yang disidangkan oleh PN Kudus 12.578 perkara, terhitung sejak Januari hingga 20 April 2017.

Sidang tilang yang dipublikasikan oleh PN Kudus sejak diberlakukannya sidang tilang tidak perlu dihadiri, hingga kini tercatat 2.102 perkara.

Sumadi, salah seorang pelanggar lalu lintas mengakui model sidang tilang saat ini memang lebih memudahkan masyarakat karena tidak perlu lagi hadir di persidangan.

Apalagi, kata dia, pelanggar dipastikan bersalah dan harus membayar denda.

"Untuk itu, lebih baik pelanggar tidak perlu repot menunggu sidang dan cukup mengetahui hasil putusannya, kemudian membayar dendanya," ujarnya.

Pelanggaran yang dilakukan saat ada operasi tertib lalu lintas, dirinya tidak bisa menunjukkan SIM C karena memang belum memilikinya.

Meskipun ada kemudahan, kata dia, masih ada yang perlu dibenahi, terutama saat antre membayar sebagai syarat untuk pengambilan barang yang dititipkan saat terjaring operasi.

"Pelanggar harus mencari nomor urut lewat papan pengumuman. Nomor tersebut harus dicantumkan pada bukti tilang untuk membayar di loket yang ada di Kantor Kejaksaan Negeri Kudus," ujarnya.

Banyaknya pelanggar, kata dia, tentu menyulitkan pencariannya, sehingga harus dicek satu per satu.

Ia berharap, permasalahan tersebut bisa dicarikan solusinya, misalnya bisa memanfaatkan teknologi sehingga proses pencariannya cukup mengetik nama atau nomor pelat kendaraan bermotor.

Berdasarkan pantauan di website PN Kudus melalui alamat http://www.pn-kudus.go.id, terdapat perkara yang diputus dengan denda hanya Rp29.000 karena melanggar pasal 291 (2) jo 106 Undang-Undang Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pada pasal tersebut, dijelaskan bahwa setiap orang yang mengemudikan sepeda motor yang membiarkan penumpangnya tidak mengenakan helm sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (8) dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp250 ribu. (bus/antara)


  
  
TERPOPULER
Index +