Selasa, 22 Agustus 2017 | 06:42 WIB
Polisi dan GMBI Bubarkan Pengajian di Cirebon
Senin, 19 Juni 2017 | 05:32 WIB
Acara pengajian di Masjid Abdurrokhim, Cirebon dibubarkan petugas dan Ormas - [wag]

Skalanews - Sebuah pengajian sekaligus bedah buku di Masjid Abdurrokhim, Panjunan, Kota Cirebon, Minggu (18/6), dibubarkan secara paksa oleh aparat kepolisian.

Menurut salah seorang peserta pengajian, Rifai Iwan bahwa pengajian yang bertemakan  "Membentengi Aqidah Ummat dari Bahaya Permurtadan" dianggap mengandung SARA sehingga tidak diizinkan oleh Polres Cirebon.

Akibatnya, seorang ustadz bernama Andi Mulya dan 25 orang jamaah yang diantaranya berasal dari Bandung diamankan petugas.

Rifai menyebutkan, pembubaran pengajian tersebut dilakukan kepolisian bersama dengan Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).

"Jadi tepat pukul12.43 WIB banyak anggota polisi disertai Ormas GMBI dan Macan Ali datang langsung membentuk formasi mengepung Masjid Baiturrohim."

"Ketika salah satu dari kami (Ustadz Andi Mulya) keluar pintu masjid beliau langsung ditarik dan dipaksa untuk masuk ke dalam mobil, kemudian diikuti dengan semua panitia beserta Ust Bernard Abdul Jabbar selaku pemateri juga ikut di bawa ke Polres Cirebon Kota,” kata Rifai melalui singkat kepada wartawan.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh bahwa GMBI dan Macan Ali menolak pengajian yang akan berlanjut hingga buka puasa nanti.

Kemudian, pada pukul 12:30 WIB Kapolres Cirebon AKBP Risto Samoedra datang ke lokasi.

Sebelumnya pada Pukul 12:05 WIB petugas dari Polres Cirebon Kota berjumlah sekitar 1 peleton pengamankan pelaksanakan di sekitar Masjid Abdurrokhman.

Kemudian, sekitar Pukul 12:40 WIB massa GMBI berorasi menolak rencana pertemuan tersebut karena dinilai ilegal dan mengancam stabilitas keamanan.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 12:50WIB, Andi Mulya beserta jamaah lainnya di bawa menggunakan 2 mobil milik Polres Cirebon Kota dengan pengawalan ketat.

Sampai berita ini ditulis pihak kepolisian baik Polresta hingga Mabes Polri masih dalam konfirmasi.
(Bisma Rizal/bus)