Jumat, 24 November 2017 | 21:59 WIB
Jokowi akan Resmikan Kampung Damai di Pesantren Annuqayah
Sabtu, 7 Oktober 2017 | 21:07 WIB
Khairul Anam - [anang adriyanto/skalanews]

Skalanews - Kampung Damai. Itulah nama lembaga non profit yang dinisiasi Wahid Foundation. Di Kabupaten Sumenep, Madura, Kampung Damai dipusatkan di lingkungan Pondok Pesantren Annuqayah, Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep.

Wahid Foundation menjadwalkan peresmian Kampung Damai digelar Minggu (8/10) besok dengan mengundang Presiden Joko Widodo.

Senior Officer Media dan Kampanye Wahid Foundation, Khairul Anam memastikan Presiden Jokowi pasti hadir dan akan meresmikan keberadaan Kampung Damai di Pesantren Annuqayah.

"Dari komunikasi selama ini, Bapak Presiden berkenan hadir sekaligus meresmikan keberadaan Kampung Damai di Pesantren Annuqayah," kata Khairul Anam kepada wartawan di Sumenep, Sabtu (7/10).

Menurut Khairul Anam, Wahid Foundation selama ini telah menginisiasi berdirinya lembaga Kampung Damai dengan menggandeng perempuan.

"Keterlibatan perempuan memang jadi andalan keberadaan Kampung Damai. Sebab, kaum perempuan memiliki potensi dalam membangun dan menciptakan perdamaian di dalam komunitasnya," jelas Khairul Anam.

Khairul Anam menambahkan, hingga sekarang ini Kampung Damai berhasil didirikan di tiga Provinsi di Pulau Jawa. Yakni, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

"Di Jawa Timur ada di Malang Raya dan Sumenep. Di Jawa Tengah ada di Solo Raya dan Klaten. Dan di Jawa Barat ada di Bogor dan Depok,'" beber Anam.

Pihaknya sengaja menggandeng kaum perempuan dalam pembentukan Kampung Damai karena beberapa alasan. Di antaranya, perempuan memiliki potensi besar dalam membangun perdamaian.

"Kami menemukan perempuan itu memiliki kemampuan luar biasa, memiliki potensi yang luar biasa untuk membangun perdamaian. Makanya kami menggandeng komunitas perempuan," jelasnya.

Anam memastikan acara peresmian Kampung Damai pada Minggu (8/10) besok bakal dihadiri Presiden Jokowi. "Presiden pasti datang pada acara di Pondok Pesantren Annuqayah ini," pungkasnya. (Anang Adriyanto/bus)