Jumat, 15 Desember 2017 | 19:14 WIB
OJK NTB Tangani Sejumlah Kasus Pembobolan Tabungan
Kamis, 7 Desember 2017 | 02:18 WIB
-

Skalanews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nusa Tenggara Barat tengah menangani beberapa kasus pembobolan tabungan milik nasabah di dua bank melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

"Ada beberapa kasus pembobolan dana melalui ATM yang masuk ke OJK dan masih kami tangani," kata Kepala OJK NTB Farid Faletehan, di Mataram, Rabu (6/12).

Beberapa kasus yang saat ini ditangani OJK NTB, di antaranya pembobolan dana nasabah Bank NTB sebesar Rp75 juta yang terjadi pada Juli 2017. Korban hingga saat ini masih bersengketa dengan bank karena tidak mendapat ganti rugi.

Kasus lainnya, kata Farid, adalah pembobolan dana nasabah Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Mataram yang terjadi pada Oktober 2017. Korbannya sebanyak empat orang yang berasal dari Kabupaten Lombok Utara.

Pihak bank tidak bersedia mengganti kerugian karena menganggap nasabah yang lalai telah memberikan nomor PIN kartu ATM kepada orang lain.

Kasus tersebut saat ini dalam proses penyelidikan oleh Polres Kabupaten Lombok Utara, karena para korban melaporkan tindak kejahatan tersebut ke polisi, selain ke OJK NTB.

Sebelumnya, OJK NTB juga pernah menangani pembobolan dana nasabah BRI Cabang Mataram melalui ATM yang dipasangi "skimmer" atau alat perekam data. Kejadian tersebut menyebabkan bank harus menanggung kerugian nasabah dalam jumlah relatif besar.

Kasusnya sudah selesai dan pelaku pembobolan yang merupakan warga negara asing sudah ditangkap Polda NTB.

"Dalam kasus pembobolan dana tersebut, tidak hanya nasabah yang mengalami kerugian, tapi bank juga rugi," ujarnya.

Menurut dia, kasus pembobolan ATM di berbagai wilayah biasanya selalu ada, tapi modusnya berbeda-beda. Ada yang menghipnotis lewat telepon dan ada yang membongkar secara langsung mesin ATM. Ada juga yang minta nomor PIN dari nasabah.

Dalam hal ini memang perlu kewaspadaan semua pihak. OJK selalu mengimbau kepada bank untuk selalu menjaga keamanan ATM maupun kantor cabang dan kantor cabang pembantu.

"Kalau kejahatan ATM meningkat, kami akan menyurati seluruh bank untuk lebih waspada terhadap keamanan ATM," katanya.(ant/dbs)